Persiapan New Normal di Jabodetabek
Garda Imbau Ojol Bawa Hand Sanitizer, Ini Alasannya
pemerintah mengizinkan pengemudi ojek online (ojol) membawa penumpang pada 8 Juni mendatang.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Aliansi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mengimbau pengemudi ojek online selalu menyiapkan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.
Sebab, pemerintah mengizinkan pengemudi ojek online (ojol) membawa penumpang pada 8 Juni mendatang.
"Kami imbau agar membawa hand sanitizer," kata Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono, saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020).
Igun menjelaskan, para pengemudi ojol yang tergabung dengan aliansi Garda mayoritas telah membawa hand sanitizer.
Terutama ketika masa pandemi Covid-19 dan alhasil menjadi kebiasaan mereka.
"Sekarang, teman-teman ojol ini rata-rata membawa hand sanitizer. Tapi memang ada juga yang belum," jelas Igun.
Bagi yang belum dapat membawa hand sanitizer, Igun menduga pendapatannya belum maksimal.
"Karena memang pendapatannya itu sudah susah banget. Ojek online ini sudah kesulitan mendapatkan penghasilan semenjak tidak boleh bawa penumpang," tutur Igun.
"Karena ada batasnya juga saat membawa barang atau yang memesan makanan lewat aplikasi," lanjutnya.
Diperbolehkannya membawa penumpang pada 8 Juni 2020, Igun berharap penghasilan mereka dapat membaik.
"Mudah-mudahan setelah aktif lagi aplikasi penumpang, pendapatan teman-teman ojol ini mulai membaik," harap Igun.
"Sehingga punya modal untuk memenuhi protokol kesehatan. Seperti membeli hand sanitizer," sambungnya.
Selain itu, Igun juga meminta pihak aplikator menyediakan alat pelindung diri (APD) kepada pengemudi ojol.
"Kami juga meminta pihak aplikator untuk memberikan hand sanitizer, masker, dan sarung tangan kepada ojek online-nya," tutup dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-ojek-online-2.jpg)