Banjir Rob Terjang Permukiman Warga

Rob di Muara Angke Sudah 4 Hari, Warga Mengeluh Kondisi Air Pasang Jorok dan Bau Pesing

Banjir rob yang merendam permukiman warga di kawasan Muara Angke, Jalan Krapu I, RW 01 dan RW 21 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Permukiman warga di pesisir Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, masih terendam banjir rob, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banjir rob yang merendam permukiman warga di kawasan Muara Angke, Jalan Krapu I, RW 01 dan RW 21 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah terjadi empat hari belakangan.

Sejak Jumat (5/6/2020) lalu, air pasang laut yang membanjiri permukiman warga belum juga surut total hingga Senin (8/6/2020) siang ini.

Terpantau ketinggian air masih lebih dari 50 sentimeter dan membuat akses keluar masuk warga terhambat.

Selain kondisi banjir rob yang masih cukup tinggi, air laut yang merendam permukiman warga juga dalam kondisi cukup kotor.

Sebelum Jambret Kalung Emas Bocah 6 Tahun di Jagakarsa, Pelaku Ucapkan Ini Untuk Menakuti Korban

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada siang ini, air laut yang merendam permukiman warga berwarna hampir hitam pekat.

Air laut ini bercampur sampah-sampah rumah tangga dari warga setempat. Sepanjang Jalan Krapu, tak jarang terlihat banyak sampah plastik yang mengambang di air banjir.

Tak cuma berwarna kehitaman dan bercampur sampah, air laut yang merendam rumah-rumah warga ini juga mengeluarkan bau tidak sedap yang sangat menyengat.

Tapi, tanpa mempedulikan kondisi banjir rob ini, masih banyak warga yang berjalan menerjang banjir dan anak-anak yang bermain di tengah banjir ini.

Salah satu warga yang rumahnya terendam banjir rob selama empat hari belakangan ialah Riswanto (35).

Karena banjir rob dengan ketingguan sekitar 1 meter merendam rumahnya, warga RT 01/RW 01 Kelurahan Pluit ini terpaksa mengungsi ke Masjid At-Taufiqul Mubarok yang berada di seberang Jalan Krapu III.

Buat 43 Kartu Kredit Pakai Data Palsu, Dua Pelaku Penipuan Gelapkan Uang hingga Rp 1 Miliar

Rosiwan mengaku sudah tak sanggup lagi tinggal di rumah kontrakannya setelah banjir rob menerjang.

Pasalnya, kondisi air yang hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap sangat mengganggu Riswanto, sang istri, dan kedua anaknya.

"Udah nggak tinggal di rumah lagi, airnya bau sekali, hitam, banyak nyamuk di kontrakan," kata Riswanto saat ditemui di pengungsian, Senin (8/6/2020).

Sedang Main Petak Umpet, Bocah Perempuan 6 Tahun di Jagakarsa Dijambret , Kalung Emas Dirampas

Perabotan serta barang-barang elektronik milik Riswanto juga sudah tak dapat lagi diselamatkan.

Maka itu, Riswanto mengaku bakal menetap di pengungsian sampai banjir rob benar-benar selesai agar dirinya punya kesempatan untuk membersihkan rumah kontrakannya.

"Ya semoga cepat kering aja lah banjir rob ini," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved