Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Langgar Protokol Kesehatan Saat PSBB Transisi, 5 Perusahaan Kena Tegur Pemprov DKI

Sebanyak lima perusahaan kena teguran Pemprov DKI Jakarta lantaran melanggar protokol kesehatan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Andri Yansyah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Selasa, (25/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak lima perusahaan kena teguran Pemprov DKI Jakarta lantaran melanggar protokol kesehatan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberi kelonggaran bagi seluruh perusahaan agar bisa kembali beroperasi sejak Senin (8/6/2020) kemarin.

"Ada lima perusahaan kami beri peringatan karena belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan," ucap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Andri Yansyah, Selasa (9/6/2020).

Andri menjelaskan, selama masa transisi, seluruh perusahaan di DKI Jakarta wajib melaporkan pelaksanaan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kantor atau tempat kerjanya melalui tautan bit.ly/bekerja-kembali.

Selain itu, seluruh perusahaan juga diharuskan membuat pakta integritas pelaksanaan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 selama PSBB masa transisi.

Adapun ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Disnakertransgi Nomor 1363/2020 tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

"Pertama, kita membuat check list untuk metode pengawasan kepada perkantoran, check list itu nanti mereka isi secara jujur," ujarnya saat dihubungi.

"Kemudian, mereka juga kami minta untuk buat pakta integritas. Itu yang memudahkan kami melakukan pengecekan," sambungnya menjelaskan.

Data inilah yang kemudian bakal menjadi pegangan bagi Pemprov DKI Jakarta saat melakukan sidak ke perusahaan-perusahaan selama masa Transisi.

"Kami lihat administrasinya dulu, kalau seumpama sudah cocok, kami lihat ke lapangan, kan itu kelihatan dari bangku dan meja," kata anak buah Gubernur Anies Baswedan ini.

Bila tidak ada kecocokan data, maka pihak Disnakertransgi bakal memberi peringatan/pembinaan kepada perusahaan itu.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved