Antisipasi Virus Corona di DKI
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DKI Keluarkan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
Pemprov DKI melalui BUMD Perumda Pasar Jaya mengeluarkan protokol kesehatan di pasar tradisional
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemprov DKI melalui BUMD Perumda Pasar Jaya mengeluarkan protokol kesehatan di pasar tradisional.
Aturan ini dikeluarkan setelah 52 orang pedagang yang biasa melapak di 6 pasar tradisional terpapar penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini.
Dalam aturan itu, pembeli dan penjual diminta untuk tidak berkerumun saat bertransaksi.
Interaksi yang dilakukan pun tidak boleh melewati batas aman, yaitu 1 meter.
"Diwajibkan jaga jarak aman minimal 1 meter, serta hindari kerumunan di area pasar," ucap Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasruddin, Sabtu (13/6/2020).
Selain itu, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, jam operasional pasar yang biasanya 24 jam kini dipangkas.
Jam operasionalnya tak boleh lebih dari 9 jam.
"Pemberlakukan pembatasan jam operasional, aktivitas pasar mulai pukul 06.00 WIB sampai 14.00 WIB," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Kemudian, pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan kepada seluruh pedagang dan pembeli sebelum mereka masuk ke area pasar.
"Bagi yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat dilarang masuk area pasar," kata Arief.
Lalu bagi pedagang diwajibkan menggunakan pelindung wajah atau face shield saat berinteraksi dengan pembeli maupun pedagang lain.
Bagi kelompok rentan, seperti anal-anak, lansia, dan ibu hamil juga diimbau tidak mengunjuni pasar tradisional untuk sementara waktu.
"Para pengunjung dan pedagang wajib mengenakan masker dan pedagang wajib mengenakan face shield," tuturnya.
Untuk mengindari kepadatan dan kerumunan orang di pasar tradisional, Pasar Jaya akan memberlakukan sistem ganjil genap mulai 15 Juni 2020.
Ini berarti, toko atau kios dengan nomor ganjil hanya dapat berjualan saat tanggal ganjil dan begitu sebaliknya.
"Biasakan juga mencuci tangan memggunakan sabun, serta bilas dengan air mengalir di tempat yang telah disediakan," ucapnya.
6 pasar di Jakarta yang pedagangnya positif Covid-19
Berikut enam pasar tradisonal di DKI Jakarta yang sejumlah pedagangnya terkonfirmasi positif Covid-19.
Para pedagang di enam pasar tradisional ini diketahui positif Covid-19 usai menjalani swab test menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).
Perumda Pasar Jaya dan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) sudah menerima data pedagang yang positif Covid-19.
Namun, ada perbedaan data jumlah pedagang yang positif Covid-19 dari Ikappi dan Perumda Pasar Jaya.
Delapan pasar tersebut adalah Perumnas Klender, Cijantung, Serdang, Rawa Kerbau, Induk Kramat Jati, Mester Jatinegara, Kedip, dan Grogol.
Data Perumda Pasar Jaya ada 52 pedagang positif Covid-19 di 5 pasar:
1. Pasar Perumnas Klender: 20 orang
2. Pasar Cijantung: 1 orang
3. Pasar Serdang, Kemayoran: 14 orang
4. Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih: 14 orang
5. Pasar Induk Kramat Jati: 3 orang
Data Ikappi per 11 Juni 2020 pukul 10.00 WIB, ada 51 pedagang positif di 6 pasar:
1. Pasar Perumnas Klender: 20 orang
2. Pasar Mester Jatinegara: 1 orang
3. Pasar Serdang Kemayoran: 9 orang
4. Pasar Kedip, Kebayoran Lama: 2 orang
5. Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih: 14 orang
6. Pasar Induk Kramat Jati: 5 orang
Ditutup sementara
Perumda Pasar Jaya akan menutup pasar tradisional di DKI Jakarta selama tiga hari apabila telah terindikasi memiliki kasus positif Covid-19.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan bahwa selama tiga hari penutupan pasar, pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh ke pasar tersebut.
"Mau tidak mau kalau ada yang terindikasi positif, pasar itu ditutup tiga hari untuk dilakukan penyemprotan dan sterilisasi. Kalau satu hari di awal berpikirnya takut virusnya tidak mati, jadi kita sterilisasi tiga hari tutup setelahnya baru beroperasi lagi," kata Arief dalam siaran video conference, Kamis.
Arief menambahkan bahwa sejauh ini rapid test dan swab test Covid-19 sudah dilakukan di 19 pasar. Rapid test itu diikuti pengunjung dan pedagang pasar.
Beberapa pasar dari 19 pasar tersebut juga sudah ditutup selama tiga hari karena ada temuan kasus Covid-19.
"Karena memang setelah dianalisis, setelah penyemprotan butuh tiga hari untuk ditutup. Kita di awal 1x24 jam penyemprotan," ujar Arief.
"Jadi itu tuh dilakukan pas 19 pasar terpapar Covid-19. Tapi, yang belum keluar hasilnya, Pasar Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Pondok Labu, kita belum lakukan penutupan. Tapi, penyemprotan tetap dilakukan," sambungnya.
Terapkan Sistem Ganjil Genap di Pasar
Mulai 15 Juni mendatang, sebanyak 150 pasar trdisional yang ada di DKI Jakarta bakal menerapkan sistem ganjil genap.
Sistem ini diterapkan guna membatasi jumlah pedagang yang berjualan di dalam area pasar selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) masa transisi.
Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasruddin mengatakan, kebijakan ini diterapkan sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19 di pasar tradisional.
"Jadi mulai tanggal 15 itu bukanya ganjil genap dari nomor kios. Nomor kios mengikuti kalender, kalau tanggal ganjil berarti nomor kios ganjil yang buka," ucapnya, Kamis (11/6/2020).
Dengan penerapan aturan ini, ia berharap, masyarakat dan para penjual tetap dapat menjaga jarak aman atau physical distancing saat berada di dalam pasar tradisional.
Selain itu, pedagang yang berjualan di pasar tradisional juga diwajibkan menggunakan pelindung wajah untuk meminimalisir penularan Covid-19.
"Pedagang juga harus memakai face shield dan masker sehingga kemudian ketika berinteraksi dengan pengunjung dia juga merasa aman dan nyaman," ujarnya dalam diskusi virtual dengan wartawan Balai Kota.
Terkait dengan kemungkinan pasar tradisional di Jakarta meniru daerah lain yang membuka lapak di ruang terbuka lalu diberi jarak cukup jauh antar pedagang, Arief menyebut, hal itu mustahil dilakukan.
• Cara Muhammad Toha Agar Terhindar Bullying dari Suporter Persita Tangerang
• Cerita Masalah Pribadi ke Raffi Ahmad, Tangis Nikita Mirzani Pecah Saat Dipeluk Nagita Slavina
• Ibu Muda Diperkosa Tetangga di Perkebunan, Pelaku Langsung Tinggalkan Korban Usai Lampiaskan Nafsu
• Positif Covid-19, Pedagang Gorengan di Ciracas Dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet
• Pemuda 19 Tahun Cabuli Bocah di Bawah Umur, Aksi Bejat Terungkap Gara-gara Hal Ini
Sebab, ada keterbatasan tempat dan jumlah pedagang di pasar-pasar tradisional yang ada di DKI Jakarta cukup banyak, jumlahnya mencapi lebih dari 100 ribu pedagang.
"Jadi memang polanya akan berbeda seperti pola yang dilakukan pasar tradisional lainnya, pasti punya karakteristik sendiri," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 52 pedagang di 6 pasar yang ada di Jakarta dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Puluhan pedagang itu diketahui terpapar Covid-19 setelah mengikuti rapid test dan swab test PCR di 19 pasar selama periode April hingga Juni 2020.
"Total terpapar sebanyak 52 orang yang ditemukan di 6 pasar. Selebihnya yang 10 pasar masih menunggu hasil dan 3 pasar dinyatakan negatif dari pengecekan," kata Arief.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/situasi-di-pasar-grogol.jpg)