Breaking News:

Persiapan New Normal di Jabodetabek

Pemkot Bekasi Imbau PO Tak Naikan Tarif Tiket Bus Saat Beroperasi di Masa New Normal

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengimbau perusahaan otobus (PO) tidak menaikkan tarif penumpang saat beroperasi di masa adaptasi new normal.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Suasana Terminal Induk Kota Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Sabtu, (13/6/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pemerintah Kota atau Pemkot Bekasi mengimbau perusahaan otobus (PO) tidak menaikkan tarif tiket bus saat beroperasi di masa adaptasi new normal seperti saat ini.

Kepala Terminal Induk Kota Bekasi Muhammad Kurinawan mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada PO bus agar tarif diberlakukan normal meski ada pembatasan kapasitas penumpang.

"Itu kebijakan dari PO bus ya untuk menerapkan hal seperti itu, tapi kami mewanti-wanti kepada pengusaha bus yang ada jangan menaikan tarif," kata Kurniawan, Sabtu, (13/6/2020).

Dia menjelaskan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika kebijakan PO Bus menaikkan tarif lantaran adanya aturan pembatasan kapasitas penumpang.

Peristiwa Berdarah di Balaraja, Suara Gagak dan Status WA Terakhir Nicky Sebelum Dibunuh Sang Ayah

"Saya tidak menyarankan dan mendorong untuk menaikkan harga tarif bis itu sendiri, kasihan para penumpang nantinya," ungkap Kurniawan.

"Takutnya nanti seenaknya menaikkan tarif, tapi untuk penerapan 50% penumpang masih di terapkan beberapa pengusaha bis yang ada," terang dia.

Dia selaku pihak yang mengoperasikan terminal selalu memantau penerapan protokoler kesehatan armada bus di tengah adaptasi new normal.

Sengketa Geprek Bensu, Jordi Onsu Beri Solusi Ini: Kenapa Gak Sama-sama Fokus demi Bisnis Bertahan?

"Saya ke temen-temen PO bis juga memberitahukan agar protokol kesehatan harus tetap di jaga ya," ucapnya.

"Kalaupun pemerintah memperbolehkan untuk kapasitas bus normal lagi, kami akan mengikuti ya," tegasnya.

Soni Sasongko Manajer Operasional PO Ranau Indah mengatakan, pihaknya melakukan penyesuaian tarif dari yang semula sekitar Rp230 ribu per penumpang kini menjadi Rp300 ribu per penumpang.

"Tarif si ada tambahan sedikit, sesuaikan aja sekitar Rp300an (ribu), normalnya Rp230 (ribu) karena kita penyesuaian aja ada pengurangan kapasitas penumpang sama penyebrangan kapal ada kenaikan," kata Soni kepada TribunJakarta.com.

Kisah Susana Somali, Perawat 1400-an Anjing Terlantar di Pejaten Shelter: Panggilan Jalan Hidup

PO Ranau Indah sendiri merupakan bus AKAP yang melayani penumpang tujuan Lampung, Sumatera.

Sejauh ini kata Soni, kondisi penumpang di masa adaptasi new normal belum bisa dikatakan ramai.

"Kita baru dua bus aja yang beroperasi, penumpangnya juga enggak ada, masih dikit dari sana (Lampung) paling 5 orang dari sini paling 10 orang, lagian juga dibatasi penumpangnya," ucap Soni.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved