Sisi Lain Metropolitan

Kisah Anita, Pemilik Warteg Waralaba Raup Jutaan Rupiah Jadi Juru Masak Nikahan dan Sunatan

Anita merupakan pemilik satu diantara Warteg Mamoka Bahari di Jakarta. Ia terjun di bisnis waralaba dan sukses sebagai juru masak acara nikahan.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Anita, pemilik salah satu warteg di Jakarta, Rabu (17/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Modal kadang kala menjadi penghalang utama untuk individu menjalankan suatu usaha.

Meski memiliki suatu kebolehan atau keahlian, beberapa individu masih mengeluhkan modal yang terbatas dan berimbas pada usaha yang digeluti.

Meski begitu, kekurangan modal usaha tak lantas membuat mereka menyerah dan tertekan.

Upaya demi upaya terus dilakukan guna menemukan solusi dan jalan keluar.

Hal itulah yang kini sedang dijalani oleh Anita Rahayu (30).

Ibu satu anak yang akrab disapa Anita ini merupakan pemilik satu diantara Warteg Mamoka Bahari di Jakarta.

Anita menceritakan Warteg Mamoka merupakan usaha waralaba dengan sistem bagi hasil.

Anita, pemilik salah satu warteg di Jakarta, Rabu (17/6/2020)
Anita, pemilik salah satu warteg di Jakarta, Rabu (17/6/2020) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Untuk modal dan tempat disediakan oleh pihak pertama.

Sementara ia bertugas memasak makanan yang akan dijual dan keuntungannya akan dibagi hasil.

"Ini bukan punya keluarga saya pribadi. Karena terbatas modal kita ikut franchise itu. Begitu ada yang tawarin kita ambil aja karena memang keluarga saya keahliannya ya masak," katanya di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Mulanya Anita bersama kedua orang tuanya memiliki usaha warteg sendiri.

Anita, pemilik salah satu warteg di Jakarta, Rabu (17/6/2020)
Anita, pemilik salah satu warteg di Jakarta, Rabu (17/6/2020) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Dengan uang modal seadanya, Anita dan keluarganya mengontrak rumah dan membuka warteg.

Sayangnya, lokasi wartegnya selalu berpindah akibat mengontrak meskipun langganannya sudah banyak.

Mulai dari daerah Kapuk, Senen hingga Kemayoran pernah ia singgahi sekedar untuk berjualan makanan cepat saji.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved