Breaking News:

TPA Cipeucang Longsor

Aktivis Lingkungan Temukan Limbah Medis Cemari Sungai Cisadane, Diduga dari Longsoran TPA Cipeucang

Kelompok aktivis lingkungan Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) mendapati Sungai Cisadane tercemar limbah medis.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Dokumentasi Banksasuci
Temuan limbah medis di Sungai Cisadane yang diduga dari longsoran sampah TPA Cipeucang, Tangerang Selatan, (18/6/2020). 

"Anak-anak enggak ngitung, langsung kita bakar di Incenerator kita, kalau perkiraan sehari bisa 50 temuanlah," ujarnya.

Aktivis Lingkungan Laporkan Ambruknya Turap Cipeucang ke Mabes Polri

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Tangerang Selatan yang longsor, sampah pun sampai menutupi hampir seluruh badan Sungai Cisadane, Kamis (22/5/2020).
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Tangerang Selatan yang longsor, sampah pun sampai menutupi hampir seluruh badan Sungai Cisadane, Kamis (22/5/2020). (Istimewa/dokumentasi Banksa Suci)

Longsornya sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ke Sungai Cisadane, Tangerang Selatan ( Tangsel) berbuntut panjang, bahkan sampai ke jalur hukum.

Gunungan sampah yang ambrol ke sungai dan lebih dulu menghancurkan turap pembatas yang terbuat dari beton (sheet pile), dinilai tidak wajar.

Pasalnya, sheet pile yang total panjangnya 600 meter itu baru berusia lima bulan, dan pembangunannya menghabiskan dana besar, Rp 24 miliar.

Ade Yunus, aktivis dari Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH), melihat kasus turap Cipeucang terdapat unsur gagal konstruksi.

Ade bahkan akan melaporkan kasus turap Cipeucang itu ke Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

"Laporan resminya baru perbaikan-perbaikan, Senin paling. Masih ada perbaikan kemarin," ujar Ade melalui sambungan telepon.

"Dugaannya kalau ke Mabes soal Undang-undang 32 tentang lingkungan hidupnya, tentang Undang-undang nomor 2 tahun 2017 konstruksi, jasa konstruksi kan kalau terjadi gagal konstruksi harus ada sanksi pidana," sambungnya

Ade memberikan contoh, hal serupa pernah terjadi di Kota Tangerang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved