Keributan di Green Lake City

Dalam Kondisi Berlumuran Darah Hingga Jari Terputus, Frangky Coba Kabur dari Anak Buah John Kei

Dengan kondisi berlumuran darah dan jari tangan terputus, Angke Rumotora alias Frangky (38) lari ke rumah warga

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Angke Rumotora alias Frangky (38) korban selamat dalam pembacokan antara kelompok John Kei dan Nus Kei. 

Lalu lintas di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat yang biasanya ramai oleh kendaraan siang ini ditutup sementara.

Puluhan polisi bersenjata berada di jalan tersebut, mengamankan jalannya adegan demi adegan pembacokan sadis yang dilakukan anak buah John Kei kepada dua anak buah Nus Kei.

Hari ini, Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi kasus yang melibatkan John Kei dan anak buahnya, salah satu lokasinya di Jalan Kresek Raya yang jadi lokasi pembacokan.

Dalam rekontruksi itu, polisi sebelumnya merencanakan akan mempergakan menjadi 14 adegan. Namun setelah memaparkan di lokasi adegan sendiri menjadi 16 adegan.

Kasus pembacokan tersebut berawal dari saat Angke Rumotora alias Frangky (38) yang berboncengan motor dengan YCR (46) hendak ke rumah Nus Kei di Green Lake City diadang oleh mobil yang ditumpangi anak buah John Kei di Jalan Kresek Raya.

Sesaat sebelum keduanya datang, anak buah John Kei, Jeremiah sudah lebih dulu nunggu membawa parang yang dia sembunyikan di dalam celana jeans.

Beberapa menit menunggu, Frangky dan YCR datang menggunakan motor N-MAX berhenti di pertigaan untuk berbelok ke arah Green Lake City.

Namun, saat itu, Jeremiah yang bersembunyi memantau kedua korban langsung menyerang keduanya menggunakan parang.

Dua tebasan diarahkan ke arah Frangky dan mengenai tangan kanannya yang sedang memegang gas motor hingga membuat kedua korban terjatuh dari motor.

Dengan kondisi berdarah dengan tangan kanan terluka, Frangky berusaha bangun, namun serangan kembali dilakukan Jeremiah ke Frangky hingga mengenai kepala, tangan dan memutuskan jari Frangky.

Beruntung, Frangky berhasil selamat setelah kabur ke rumah warga, disaat pelaku lain berusaha mengejar YCR yang kabur ke arah Pertigaan ABC.

“Pale pale (adang adang),” teriak Jeremiah sembari menganyunkan parangnya mengejar YCR, saat menjalani prarekonstuksi, Rabu (24/6/2020).

Teriakan itu mengundang enam anak buah John Kei yang sudah menunggu di mobil yang terparkir di pinggir jalan dan ikut mengejar YCR.

Tendangan dari satu pelaku lain melumpuhkan YCR.

Setelahnya, pembacokan dilakukan para pelaku berkali-kali ke YCR.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved