Kenali Penyakit Hepatitis B dan Antisipasi Cara Penularannya
Menurut dr Irsan, pada orang dewasa yang menderita hepatitis B ini biasanya memiliki gejala seperti mata kuning hingga rasa mual
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh banyak faktor. Bisa dari infeksi virus, kebiasaan konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu.
Di Indonesia, ada beberapa jenis penyakit hepatitis yang seringkali terjadi. Salah satunya adalah Hepatitis B.
Meski bisa dicegah dengan vaksin, namun dalam kasus yang parah atau kronis penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi seperti sirosis hingga kanker hati jika tidak segera ditangani.
"Pada liver yang normal, permukaannya mulus dan berwarna merah terang. Sedangkan kalau sudah sirosis liver akan menjadi berbenjol-benjol dan kemudikan menjadi keras. Sirosis ini punya efek kemana-mana," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSCM, Irsan Hasan dalam Webinar Kalbe, Jumat (26/6/2020).
Sebagai salah satu organ vital, hati memiliki banyak fungsi dalam tubuh.
Mulai dari metabolisme protein, lemak, juga karbohidrat, menyimpan nutrisi, hingga mengeluarkan racun dalam tubuh.
Jika mengalami masalah atau terkena sirosis, maka efeknya pun kemana-mana.
Menurut dr Irsan, pada orang dewasa yang menderita hepatitis B ini biasanya memiliki gejala seperti mata kuning hingga rasa mual.
Namun, pada beberapa kasus ada pula yang tanpa gejala.
Sehingga salah satu cara yang paling tepat untuk mendeteksi terjadinya penyakit ini adalah dengan melakukan cek darah.
"Setelah terdeteksi lalu diperiksa dengan berbagai tes darah. Kita mau masuk ke pengobatan. Dua tujuannya, yaitu menghilangkan virus dan menghambat progres (penyakit) nya," tuturnya.
• Wapada! Perut Kembung dan Tak Bisa Kentut Bisa Jadi Gejala 3 Penyakit Ini
• Awas Tidur Setelah Makan Ternyata Bisa Tingkatkan Resiko Penyakit Lambung
Lalu bagaimana cara penularannya?
Ada dua cara bahwa penyakit ini bisa menular kepada orang lain, menurut dr Irsan, virus hepatitis bisa menular secara horizontal maupun vertikal.
Pada transmisi horizontal, hepatitis bisa menular dari satu orang ke orang lain karena terkontaminasi cairan tubuh yang terkontaminasi virus, seperti transfusi darah atau kontak seksual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-hepatitis_20180728_175509.jpg)