Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Peluru Nyasar yang Menimpa Bocah di Pademangan
Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terkait kasus Peluru Nyasar yang menimpa seorang bocah berinisial IAZ (11) di Pademangan, Jakarta Utara.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terkait kasus Peluru Nyasar yang menimpa seorang bocah berinisial IAZ (11) di Pademangan, Jakarta Utara.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, sebanyak 10 orang saksi telah diperiksa.
Menurut Budhi, 10 orang itu terdiri dari orang tua dan teman-teman korban.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi-saksi dan saat ini kalau nggak salah ada 10 orang saksi dimintai keterangan," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (26/6/2020).
Dari pemeriksaan terhadap 10 orang tersebut, para saksi mengaku tak mengetahui ada bunyi suara tembakan pada saat kejadian.
Di luar dari pemeriksaan saksi, polisi juga masih melakukan uji balistik terkait proyektil peluri di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
Sampai saat ini hasil uji balistik belum diterima pihak Polres Metro Jakarta Utara.
"Nanti juga dari hasil balistik bakal ketahuan apa itu dari senjata resmi atau rakitan. Kalau senjata rakitan kan berarti dari orang yang ilegal," ujar Budhi.
Diketahui, pada Selasa (16/6/2020) lalu, IAZ menjadi korban peluru nyasar di Jalan Tongkol Dalam RT 007/RW 001, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Pademangan dengan nomor LP STBL/354/K/VI/2020/Spdm tertanggal 17 Juni 2020.
Bocah di Pademangan Jadi Korban Peluru Nyasar
IA, bocah berusia 11 tahun menjadi korban peluru nyasar di Pademangan, Jakarta Utara, pada Selasa (16/6/2020).
Saat itu, IA sedang bermain bersama rekan-rekannya di pinggir Sungai Ciliwung.
"Tiba-tiba si cucu saya itu merasa ada benda yang menabrak bagian punggung. Setelah itu teman-temannya bilang, jangan-jangan ditepuk setan," Kakek korban, Gatot saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/6/2020).