Kanwilkumham DKI Masih Upayakan Atasi Over Kapasitas di Rutan dan Lapas

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM ( Kanwilkumham) DKI Jakarta menyatakan sudah menyerap 43 persen atau sekitar Rp 233 miliar.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan Kanwilkumham DKI Jakarta, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/6/2020).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM ( Kanwilkumham) DKI Jakarta menyatakan sudah menyerap 43 persen atau sekitar Rp 233 miliar.

Kabag Program dan Humas Kanwilkumham DKI Jakarta, Sardi mengatakan serapan yang tercatat hingga 24 Juni 2020 lalu dari total pagu sekitar Rp 539 miliar.

"Pencapaiannya sesuai dengan SOP dan target. Seperti penanganan over kapasitas yang dilakukan dengan mutasi napi dari satu Lapas ke Lapas lain," kata Sardi di Kanwilkumham DKI Jakarta, Senin (29/6/2020).

Pemindahan napi dilakukan karena kapasitas total kapasitas Rutan dan Lapas di Kanwilkumham DKI Jakarta hanya berkisar 5.000.

Jokowi Marahi Menteri saat Rapat Bahas Pandemi Covid-19: Apa-apaan Ini? Saya Jengkelnya di Situ

Anies Baswedan Izinkan Reklamasi Ancol, PSI Minta 4.000 Unit Rusun Bagi Nelayan Dibangun

Namun total napi di Rutan dan Lapas di wilayah Kanwilkumham DKI Jakarta tercatat sekitar 16 ribu sehingga butuh pemindahan.

"Dan melalui program asimilasi kemarin, ribuan napi yang memenuhi syarat sudah dibebaskan secara bersyarat," ujarnya.

Dalam rapat virtual dengan Menkumham siang tadi, Sardi menuturkan pihaknya juga menyampaikan pemberian bantuan bagi napi asimilasi dan integrasi.

Istana Unggah Video Jokowi Marahi Menteri, Peneliti CSIS: Masyarakat Tidak Butuh Persoalan Dapur

Anies Baswedan Izinkan Reklamasi Ancol, Cara Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan Coba Batalkan

Bantuan tersebut diberikan agar napi yang baru bebas memiliki bekal bertahan hidup di masa pandemi Covid-19 hingga mendapat kerja.

"Dan bantuan yang diterima itu merupakan program prioritas dalam penanganan Covid-19. Hal itu sesuai arahan presiden untuk bisa mengendalikan masalah ini," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved