Breaking News:

Lihat Tak Rapi, Prabowo Benarkan Kerah Seragam Taruna Akmil Enzo Zenz Allie

Ada momen menarik saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Enzo Zenz Allie, pemuda keturunan Perancis.

Editor: Y Gustaman
Tangkapan layar YouTube A3N Channel
Menteri Pertahanan Prabowo membenarkan kerah seragam Taruna Akmil Enzo Zenz Allie, pemuda keturunan Perancis. Prabowo kunjungan ke Akmil di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ada momen menarik saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Enzo Zenz Allie, pemuda keturunan Perancis.

Enzo yang tercatat sebagai warga Banten ini sedang menempuh pendidikan sebagai Taruna Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Kemunculan Enzo sempat membuat heboh karena dikaitkan dengan paham radikal. TNI lalu meluruskan dan memastikan Enzo terbebas dari paham tersebut.

Beberapa hari lalu, Prabowo sempat mendatangi Taruna Akmil di Magelang. Ia didampingi KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

Masuknya Enzo di Taruna Akmil mendapat dukungan penuh dari Prabowo. Bahkan, Enzo sempat meladeni pertanyaan Prabowo.

Kepada Prabowo, Enzo mengaku ingin masuk korps infanteri dan bergabung bersama Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

 Enzo Zenz Allie Tak Memiliki Alat Komunikasi Selama Menjadi Taruna Akademi Militer

"Dari mana asalnya?" tanya Prabowo seperti dilansir Kompas TV.

Di sini ada momen unik di mana Prabowo sempat membenarkan kerah seragam loreng yang dipakai Enzo karena tampak belum rapi.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan Taruna Akmil Enzo Zenz Allie, pemuda keturunan Perancis. Kunjungan Prabowo ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja TNI Angkatan Darat, Jumat (3/7/2020).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan Taruna Akmil Enzo Zenz Allie, pemuda keturunan Perancis. Kunjungan Prabowo ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja TNI Angkatan Darat, Jumat (3/7/2020). (Tangkapan layar Kompas TV)

Enzon pun sigap lalu merapikan kerah bajunya. Seketika ia menjawab pertanyaan Prabowo.

"Siap asal Banten," jawab Enzo tegas.

"Bapakmu?" tanya Prabowo lagi. "Bapak asal Perancis," kata Enzo.

Momen Prabowo membenarkan kerah seragam Enzo terekam jelas dari video yang diunggah akun YouTube A3N Channel.

Lalu, Prabowo menanyakan di mana keberadaan ayah Enzo. Dari jawaban Enzo, sang ayah sudah meninggal.

 Cerita Enzo Zenz Allie Sejak Kecil Ingin Jadi Tentara, Ibunya: Lahiriah Bule Tapi Nasionalis Tinggi

Selain itu, Prabowo sempat bertanya jumlah keluarga Enzo.

Selanjutnya, Prabowo bertanya seberapa betah Enzo di Akmil.

Tonton selengkapnya di sini

"Kamu suka di sini," tanya Prabowo.

"Siap," jawab Enzo.

Kepada Prabowo, Enzo mengaku ingin masuk korps infanteri dan bergabung bersama Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

Sebelum balik kanan, Prabowo memberikan petuah kepada Enzo. "Selamat berjuang," pesannya pendek.

Kunjungan Prabowo ke Akademi Militer dalam rangka memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja TNI Angkatan Darat.

Prabowo sekaligus memberikan dukungan agar para taruna mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

“Menhan berpesan kepada para taruna taruni Akmil sebagai generasi penerus dan cikal bakal pimpinan TNI AD di masa mendatang untuk selalu menyiapkan diri dengan perkembangan situasi saat ini dan juga selalu cinta tanah air," kata Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus, Sabtu (4/7/2020).

Kata Nefra, Prabowo berharap para generasi penerus TNI harus selalu menjaga semangat pantang menyerah, meniru sikap-sikap kepahlawanan dari para pahlawan bangsa yang membuat TNI disegani bangsa lain.

 Cerita Seragam Loreng TNI Enzo Zenz Allie saat Parade di Perancis dan Dunia Militer

Sosok Enzo Zenz Allie

Ada cerita menarik di balik kegigihan Enzo menjadi Taruna Akmil, karena terinspirasi invansi pasukan sekutu di Pantai Normandia, saat Perang Dunia II.

Siti Hadiati Nahriah menemani Enzo Zen Ellie saat mengikuti tes masuk Taruna Akmil.
Siti Hadiati Nahriah menemani Enzo Zen Ellie saat mengikuti tes masuk Taruna Akmil. (tniad.mil.id)

Inspirasi lainnya datang setelah sang ibu, Siti Hadiati Nahriah, bercerita soal Kopassus, pasukan elite TNI Angkatan Darat yang disegani asing.

TribunJakarta.com berkesempatan mewancarai khusus ibu Enzo lewat sambungan telepon dari Jakarta pada Selasa (6/8/2019) petang.

"Peperangan di Normandia pada Perang Dunia II yang memacu Enzo menjadi tentara," kata Siti membuka obrolan dengan TribunJakarta.com.

Tak lama setelah lahir di RSIA Sukajadi, Bandung, 27 April 2019, Enzo dibawa Siti mengikuti suaminya, Jean Paul Francois Allie ke Perancis.

Di sana keluarga ini tinggal di Cherbourg-Octeville, sebuah kota di Perancis yang terletak di Semenanjung Carentin di Selat Channel, yang memisahkan Prancis dengan Inggris.

Dalam Perang Dunia II, Cherbourg merupakan pelabuhan ketiga di Perancis dan tempat pemusatan alat-alat perang sekutu sewaktu menyerbu Perancis yang dikuasai Jerman pada 1944.

"Enzo hapal sejarah itu sampai detailnya. Dia pernah bikin karya ilmiah untuk SMA, tentang Perang Dunia II khususnya Invansi Normandia," terang Siti.

Karya ilmiah itu ditulis Enzo saat mengenyam pendidikan di SMA Pesantren Unggulan Al Bayan, Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

 KSAD Pasang Badan untuk Enzo Zenz Allie, Ini Penjelasannya

Soal sekolah Enzo di SMA PU Al Bayan dan kesaksian guru-gurunya bisa baca di sini. 

Enzo sempat merasakan sekolah menengah pertama di Perancis tapi hanya semester satu.

Enzo saat mengikuti study tour ke Singapura dan Malaysia.
Enzo saat mengikuti study tour ke Singapura dan Malaysia. (Dokumentasi SMA PU Al Bayan Anyer)

Setelah ayahnya meninggal, Enzo ikut bersama ibunya ke Indonesia dan meneruskan semester kedua di SMP Al Azhar 27 di kompleks PT Krakatau Steel, Cilegon.

Tak main-main, Enzo sampai harus riset untuk menyelesaikan karya ilmiahnya tersebut, dibantu sang ibu.

"Saat bikin riset pendaratan sekutu di Pantai Normandia, saya ikut membantunya," lanjut Siti.

Ingin Masuk Kopassus

Menurut Siti yang berdarah Banten dan Bogor ini, Enzo sejak taman kanak-kanak sudah bulat ingin menjadi tentara, namun bukan di Perancis.

Meski tinggal di Perancis, Siti tetap menanamkan cinta Indonesia kepada Enzo, termasuk mengenalkan satuan elite TNI AD, Kopassus.

"Dia tidak pernah terpikirkan menjadi tentara Perancis. Saya cerita keunggulan tentara-tentara kita Kopassus menjadi nomor satu di dunia," ungkap Siti.

Dikatakan Siti, menjadi tentara di Perancis mudah. Sementara di Indonesia sangat sulit karena seleksinya ketat dan bertahap.

"Menjadi tentara benar-benar keinginan sendiri, karena saya orang Indonesia jadi menanamkan nasionalisme sejak dini ke Enzo."

"Secara lahiriah dia bule. Tapi nasionalismenya, punten banget anak asli syok kebarat-baratan, anak saya nasionalis banget," ungkap Siti.

KSAD Jenderal Andika Perkasa telah mencopot dua anggota TNI Angkatan Darat (AD), saat memberi keterangan pers setelah menjenguk Kemenkopolhukam Wiranto, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019)
KSAD Jenderal Andika Perkasa telah mencopot dua anggota TNI Angkatan Darat (AD), saat memberi keterangan pers setelah menjenguk Kemenkopolhukam Wiranto, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019) (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Ketika banyak anak Indonesia berparas kebule-bulean dan terjun menjadi artis, tidak demikian Siti mendidik Enzo.

Baginya, lebih baik Enzo menjadi hafiz Alquran ketimbang jadi artis.

Darah agama yang ditanamkan kepada Enzo, tak lepas dari ajaran ayah Siti. Kakek Enzo dari jalur ibu adalah seorang ustaz di Jakarta Barat.

"Bapak saya zaman PKI masuk daftar yang harus dibunuh karena seorang ustaz di Jakarta Barat.".

"Bapak saya NU, Ansor. Kami bangga menyebut keluarga NU. Insya Allah sampai sekarang saya masih NU seperti saat zaman bapak dulu," katanya lagi.

Keinginan besar Enzo masuk menjadi taruna Akmil sampai terpatri dalam doanya ketika dua kali umrah ke Tanah Suci.

Di SMP PU Al Bayan memang ada program umrah siswa. Menurut penuturan gurunya, Enzo orang yang paling antusias ketika ikut umrah.

"Dia dua kali umrah, salah satu doanya mau masuk Akmil. Dia berdoa minta dimudahkan masuk Akmil dan Enzo lolos murni," beber Siti.

Bukan Keluarga Tentara

Dari jalur ibu atau ayahnya, Enzo bukan keluarga dengan latar belakang tentara. Namun, kakek Enzo dari ayahnya pernah terlibat Perang Dunia II di Afrika.

Saat itu setiap warga negara Perancis dikenai wajib militer. Kakek Enzo bukanlah tentara, tapi seorang ahli elektro.

"Mertua saya itu pernah ikut Perang Dunia II karena wajib militer. Kakek Enzo lahir di Senegal, nenek lahir di Tunisia," beber Siti.

Ayah Enzo tak lahir di Perancis, tapi di Chad, negara asal striker Persib Bandung Ezechiel N'Douassel. Ketika itu kakek Enzo karena wajib militer bertugas di Afrika.

Dalam berita yang beredar, Siti sekaligus mengklarifikasi sejumlah fakta di antaranya Enzo tidak bisa berbahasa Arab dan Italia.

Siti juga membantah berasal dari Sumatera. Sejak kecil sampai besar, Siti tinggal di Jakarta bersama ayah asal Banten dan ibu dari Bogor.

"Enzo juga bukan kelahiran Perancis. Saya bukan dari Sumut. Enzo tidak bisa bahasa Arab tapi dia lancar membaca Alquran," terang Siti.

Sewaktu sidang parade, Enzo dites membaca Alquran. Pantas jika Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia memuji bacaan Alquran Enzo.

"Itu ngajinya saja saya mungkin kalah. Ngajinya hebat, agamanya bagus," puji Aan ke Enzo saat berbincang dengan Tribun Jogja, Senin (6/8/2019).

Menurut Siti, putranya merupakan anak bersikeras jika ingin sesuatu, mengkhatamkan Alquran, misalnya.

"Sembilan hari dia bisa khatam Alquran saat puasa kemarin. Dia tuh kalau punya keinginan kekeuh. Setiap habis Subuh dan Magrib membaca Alquran," ungkap Siti.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved