Virus Corona di Indonesia
Update Corona di Depok Selasa 7 Juli 2020: ODP 4.186, PDP 1.604, Positif 838 Kasus
Dari data terbaru tersebut, angka kasus terkonfirmasi positif corona terus meningkat dan kini totalnya sudah berjumlah 838 orang
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok kembali merilis informasi terbaru berupa data perkembangan Covid-19.
Dari data terbaru tersebut, angka kasus terkonfirmasi positif corona terus meningkat dan kini totalnya sudah berjumlah 838 orang.
“Terkonfirmasi positif berjumlah 838 orang, sembuh 599 orang, dan 36 orang meninggal dunia,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam keterangan tertulis resminya, Selasa (7/7/2020).
Untuk diketahui, jumlah pasien sembuh terus melampaui jumlah pasien meninggal dunia sejak adanya wabah Covid-19 di Kota Depok.
Selanjutnya, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) meningkat dibandingkan hari kemarin.
• Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi, Kodiklat TNI Inisiasi Program Tanam Padi Dalam Polybag
• Belum Ada Penambahan Kasus Baru dari Klaster PT Unilever Cikarang
Hari ini, total PDP di Kota Depok berjumlah 1.604 orang dengan rincian 1.355 diantaranya sudah dinyatakan selesai pengawasan, dan 249 lainnya masih dalam pengawasan.
Sementara itu, angka kematian kategori PDP pun kini sudah berjumlah 121 orang.
“Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 121 orang, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI,” tambahnya.
Terakhir, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kini jumlahnya sudah mencapai 4.186 orang, dengan rincian 3.575 diantaranya sudah selesai pemantauan, dan 611 lainnya masih dalam pemantauan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-21.jpg)