Berawal dari Saling Ejek di Media Sosial, Remaja di Petojo Selatan Tawuran hingga Satu Tewas

"Masalahnya berawal dari saling ejek di media sosial. Satu kelompok remaja ini ada yang menantang tawuran," kata Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budi

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
Net
Ilustrasi media sosial email facebook twitter medsos 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Media sosial menjadi sumber penyebab terjadinya tawuran antarkelompok remaja, di Jalan Tanah Abang 1, Kelurahan Petojo Selatan, kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta, menyatakan satu remaja tewas saat tawuran.

"Masalahnya berawal dari saling ejek di media sosial. Satu kelompok remaja ini ada yang menantang tawuran," kata Budi, saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

"Jadi, mereka janjian untuk tawuran di Jalan Tanah Abang 1, hari Sabtu (4/7/2020) tawurannya," lanjut Budi.

Budi mengatakan, bukti-bukti percakapan dengan kalimat mengejek mereka pun berhasil diamankan.

Dari kejadian tersebut, satu remaja tewas terkena senjata tajam.

Adalah MD warga Jalan Kebon Jahe yang tewas di tangan MR, I, dan K.

Kini, polisi masih memburu I dan K.

"Kami masih memburu dua pelaku inisial I dan K," kata Budi.
I dan K, dikatakan Budi, ikut menyerang korbannya, MD, hingga tewas.

"MR yang menyerang MD (korbannya) sampai meninggal dunia. Kalau I dan K, mereka yang ikut tawuran, temannya MR," tutur Budi.

Meski begitu, MR telah diamankan Polsek Metro Gambir.

Sejumlah barang bukti senjata tajam pun berhasil diamankan polisi.
Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, AKP Gunarto, mengatakan tersangka MR dapat dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara diatas lima tahun.

"Bisa disanksikan hukum dan penjara di-atas lima tahun. Kami juga masih memburu dua pelaku lainnya," ucap Gunarto, kemarin (6/7/2020).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved