Virus Corona di Indonesia

Disnaker Bekasi Minta Perusahaan Lebih Terbuka Terkait Kasus Penanganan Covid-19

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Suhup meminta seluruh perusahaan terbuka jika terjadi kasus penularan Covid-19.

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik
ilustrasi virus corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA, CIKARANG - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Suhup meminta seluruh perusahaan terbuka jika terjadi kasus penularan Covid-19.

Hal ini menyusul maraknya temuan kasus baru yang menyasar lingkungan pekerja pabrik yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Menjadi perhatian kita ketika ada yang positif atau gejala kita minta perusahaan terbuka kepada kami gugus tugas selama ini mereka kurang terbuka," kata Suhup saat dikonfirmasi, Jumat, (10/7/2020).

Dia menjelaskan, penanganan Covid-19 harus benar-benar disikapi sacara menyeluruh. Kekuatan kordinasi antar-sektor akan sangat membantu menekan terjadi penularan.

"Prinsip kita gini, sebanyak apapun uang perusahaan, sebesar apapun perusahaan itu, ketika ada covid tidak akan mampu menangani," ucap Suhup.

"Perusahaan mampu menangani hanya untuk karyawannya saja, tapi kalau sudah penularan ke anak, istri, lingkungan kan yang punya jaringan kita pemerintah," ujarnya.

Dia meminta kepada perusahaan, ketika terjadi gejala atau ditemukan ada yang positif segera berkordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi.

"Makanya kami himbau (kepada perusahaan) ketika ada gejala atau kasus positif jangan disembunyikan lagi laporkan ke kita secara rinci," terang dia.

"Jangan sampai ada kesan disembunyikan, karena mungkin saja menyangkut bisnis dia atau gimana kan begitu," tegasnya.

Wakil Gubernur DKI Janji Berikan Intensif ke Petugas Makam Protap Covid-19

Sebelumnya, kasus penularan Covid-19 di lingkungan pabrik terjadi di perusahaan Unilever kawasan Industri Cikarang.

Di lingkungan pabrik tersebut terdapat 36 orang yang dinyatakan positif Covid-19, 21 diantaranya merupakan buruh dan 15 diantaranya merupakan keluarga karyawan.

Kasus penularan Covid-19 di Unilever bermula daei seorang pekerja yang mengalami sakit usai melakukan perjalanan ke luar daerah.

Karyawan tersebut sempat melakukan aktivitas kerja sebelum jatuh sakit dan dinyatakan positif Covid-19.

Imbas dari munculnya klaster penularan baru, Unilever terpaksa menutup operasional pabrik guna mengantisipasi penularan.

Selanjutnya, kasus temuan positif Covid-19 juga terjadi di pabrik Hitachi, di perusahaan itu terdapat satu orang dinyatakan positif.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi langsung melakukan contact tracing atau penelusuran kontak orang-orang yang sempat melakukan interaksi.

Hingga kini, sudah ada 22 orang yang dilakukan swab test dan belum ditemukan lagi adanya penambahan kasus dari pabrik Hitachi.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved