Breaking News:

Wasekjen MUI Nilai RUU HIP Penuh Potensi Kegaduhan

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin meminta RUU HIP dibatalkan.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ilustrasi: sejumlah ormas di Bekasi gelar deklarasi tolak RUU HIP yang berlangsung di Islamic Centre Bekasi, Jumat, (19/6/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin meminta RUU HIP dibatalkan.

Ia menilai pembahasan RUU HIP penuh dengan potensi kegaduhan.

“Maklumat MUI menolak dengan tegas RUU HIP, PIP atau apapun Namanya,” kata Zaitun Rasmin dalam diskusi virtual Human Studies Institute (HSI) Sabtu (11/7/2020).

Ia mengungkapkan bahwa ketentraman dan kenyamanan masyarakat adalah sesuatu yang sangat mahal harganya. Presiden maupun DPR mesti berfikir arif.

Jangan sampai memaksakan sesuatu yang bisa menimbulkan perpecahan

“Ketentraman dan kenyamanan masyarakat itu adalah harga yang sangat mahal. Jangan rusak hanya karena RUU HIP," tuturnya.

Ini Panduan Lengkap Salat Idul Adha 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 dari Kemenag

Kronologi Aksi Arogan Pengendara Motor Hadang Ambulans Bawa Pasien: Sempat Dikira Hendak Mengawal

Tak hanya soal potensi kegaduhan, Zaitun juga khawatir jikalau RUU HIP disahkan, justru akan mengancam eksistensi Pancasila karena RUU ini berpeluang memberi jalan longgar kembalinya komunisme di Indonesia

“Bila RUU HIP ini disahkan, maka akan menjadi kelonggaran untuk masuk (kembali) nya PKI ke Indonesia karena gerakan mereka menjadi formal," kata Zaitun.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved