Pengendara Motor Halangi Ambulans
Update Pemotor Adang Ambulans: Pikiran Kalut Hingga Sopir Bantah Telah Berdamai
SN membantah klaim polisi. Ia mengaku tak pernah menyatakan apa pun secara tertulis pernyataan damai dengan HG seperti diklaim Wadi.
Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK- Polisi menyebutkan bahwa SN dan HG sudah bermasalah.
Sebagaimana diketahui SN adalah sopir ambulans yang dicegat oleh HG, pegawai Dinas Perhubungan Kota Depok.
Pernyataan SN tersebut mengomentari pernyataan polisi yang mengatakan keduanya telah berdamai kemarin. Simak selengkapnya:
1. Polisi sebut berdamai
Kasus pengadangan mobil ambulans di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, pada Sabtu (11/7/2020) siang, berakhir dengan kekeluargaan antara pengendara motor berinisial HG dan sopir ambulans tersebut yang bernama Slamet.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani, saat dijumpai wartawan di ruangannya.
“Minggu sore kemarin sekira pukul 19.00 WIB, pengendara motor HG dan sopir ambulans bersama-sama di Polres menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan,” kata Wadi di Polrestro Depok, Pancoran Mas, Senin (13/7/2020).
Wadi berujar, baik HG dan Slamet sama-sama mengakui kesalahannya masing-masing dari peristiwa itu.
“Masing-masing pihak menyadari kesalahpahaman tersebut dan mereka menyatakan menyelesaikan permasalahan ini dengan cara kekeluargaan,” katanya.
Terakhir, Wadi berujar bahwa permasalahan anataran HG dan sopir ambulans Slamet ini telah diselesaikan dengan hitam diatas putih.
“Untuk sejauh ini yang sudah clear secara hitam diatas putih menyelesaikan secara kekeluargaan yaitu antara HG dan sopir ambulans,” tegasnya.
2. Sopir ambulans membantah
SN membantah klaim polisi. Ia mengaku tak pernah menyatakan apa pun secara tertulis pernyataan damai dengan HG seperti diklaim Wadi.
"Belum. Belum ada (kesepakatan damai)," kata SN ketika dua kali dikonfirmasi Kompas.com pada Senin siang.
3. Belum ada laporan polisi
Kelanjutan kasus tersebut tergantung pihak yang dirugikan, dalam hal ini salah satu keluarga pasien berinisial NP serta pengawal ambulans berinisial L.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani menyatakan, jika ingin kasus ini diselidiki, maka NP dan L harus membuat laporan resmi ke kepolisian.
"Untuk sampai saat ini kita masih belum bisa proses sampai ke tahap penyidikan. Pertama karena belum ada laporan resmi," jelas Wadi kepada wartawan pada Senin (13/7/2020) siang.
"Hingga saat ini belum ada hitam di atas putih mau seperti apa," imbuhnya.
Wadi menjamin bahwa pihaknya bakal melanjutkan perkara ini apabila menerima laporan resmi dari NP dan L.
"Ya bisa. To be continued. Kami akan klarifikasi lagi NP dan L mau seperti apa," kata dia.
Kepada Kompas.com, pengendara motor HG mengaku bahwa keributan berbuntut panjang karena ia diancam oleh beberapa pengawal ambulans setelah sempat cekcok akibat senggolan di jalan raya. Dengan pihak ambulans, urusan HG disebut sudah beres.
4. Pikiran sedang kalut
Wadi berujar, HG mengakui pikirannya sedang kalut ketika peristiwa itu terjadi, hingga out of control.
“Menurut pengakuannya kan memang sedang kalut pikirannya sedang marah emosi. Kalau sedang emosi kan ya apa pun kadang-kadang out of control,” ujar Wadi di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Senin (11/7/2020).
Wadi juga mengatakan, HG mengatakan dirinya tak berniat mengentikan mobil ambulans tersebut.
“Ini kan berawal kejadian ini, yang bersangkutan HG ini bukan sengaja ingin memberhentikan ambulans dalam rangka mencegah atau menghambat lajunya ambulans tetapi karena maksud yang bersangkutan karena ingin menyelesaikan serempetan tadi,” katanya.
Terakhir, Wadi berujar perselisihan antara HG dan sopir ambulans ini telah selesai secara kekeluargaan.
“Untuk sejauh ini yang sudah clear secara hitam diatas putih menyelesaikan secara kekeluargaan yaitu antara HG dan sopir ambulans,” pungkasnya.
5. Tidak terima senggolan
Insiden pencegatan ambulans membawa pasien ini diawali karena HG merasa tak terima motornya bersenggolan dengan ambulans yang tengah terburu-buru.
Padahal, prioritas bagi ambulans membawa penumpang diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, tepatnya Pasal 134 huruf b.
Di sisi lain, HG juga disebut menyusul kendaraan dan menyerempet ambulans dari sisi kiri.
HG sempat mau mencabut kunci motor warga sipil yang mengawal ambulans itu, sebelum cekcok dilerai pihak keamanan kompleks perumahan BDN.
Namun, HG membuntuti ambulans itu sampai ke area parkir rumah sakit, sebelum membawa masalah ini ke kepolisian. Meski demikian, H membantah bahwa dia membuntuti sampai ke rumah sakit karena masih kesal dengan sopir ambulans.
Menurut dia, masalahnya dengan sopir ambulans sudah clear. Namun, terdapat salah seorang pesepeda motor yang mengompor-ngompori untuk mengeroyok dirinya.
"Gebukin aja nih orang," kata H menirukan perkataan pesepeda motor tersebut.
Ketika itu, ia coba untuk menyelesaikan permasalahan pada saat itu juga dan menanyakan apa maksud pemotor tersebut berkata seperti itu.
Namun, lanjutnya, tiga pemotor tadi justru kabur meninggalkannya bersama warga yang saat itu berkumpul.
"Ada salah satu ibu-ibu bilang 'bapak ini yang ditabrak sama ambulans'. Simpel saja, kalau posisi saya salah, saya langsung digebukin sama masyarakat sekitar," kata H.
• Ambulans Dihadang di Depok, Sopir dan Pengendara Motor Sepakat Selesai Secara Kekeluargaan
• Update Corona Indonesia, Senin 13 Juli: Bertambah 1.282 Pasien, Total 76.981 Kasus Positif Covid-19
• Pernah Jalani Toxic Relationship Selama 5 Tahun, Nagita Slavina Sampai Diancam: Dia Mau Minum Kuteks
Karena merasa jengkel, H coba mengejar pengendara sepeda motor yang berujar akan mengeroyoknya tadi. Dia mengaku tidak lagi mengejar mobil ambulans seperti apa yang diungkapkan dalam unggahan viral di media sosial.
"Masalah saya masih sama pemotor tadi. Saya kejar dia sampai RS Mitra Keluarga. Saya gak ada masalah sama ambulans, urusan saya sama pemotor tadi, bahasanya itu loh 'gebukin saya'," ungkap dia.
Sesampainya di Rumah Sakit Mitra Keluarga, H mengaku tak pernah bersinggungan dengan ambulans.
"Saya udah paham itu ambulans ada orang sakit di dalamnya," jelas dia. (Kompas.com/Tribun Jakarta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/beredar-video-rekaman-mobil-ambulans-diadang-pengendara-motor.jpg)