Pria Prancis Cabuli 305 Anak Bunuh Diri

Jasad WN Prancis Pemerkosa 305 Anak Telah Diautopsi Oleh Tim Forensik RS Polri

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti mengatakan jenazah Frans telah di autopsi pada Senin (13/7/2020) malam.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Franco Carmille Abello, WNA Asal Prancis tersangka kasus ekspolitasi anak di bawah umur, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jasad Francois Abello Camille (65), tersangka pencabulan 305 anak telah diautopsi oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Polri  Kramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah dilakukan visum luar, akhirnya tim forensik RS Polri Kramat Jati melakukan autopsi pada jenazah Frans.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti mengatakan jenazah Frans telah di autopsi pada Senin (13/7/2020) malam.

"Ya sudah diautopsi tadi malam," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2020).

Kombes Sumy Hastry melanjutkan untuk hasil pemeriksaannya, dirinya masih menunggu izin pimpinan.

"Untuk hasil pemeriksaannya masih menunggu kabar pimpinan. Tapi nanti hasilnya akan diumumkan oleh penyidik," lanjutnya.

Seperti diketahui, Frans dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian ia melakukan upaya percobaan bunuh diri di  sel tahanan Polda Metro Jaya.

Percobaan bunuh diri itu dilakukan pada Kamis (9/7/2020) malam, atau hanya beberapa jam setelah Frans dihadirkan dalam konferensi pers.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, petugas mengetahui upaya bunuh diri yang dilakukan Frans ketika sedang berpatroli.

Aurel Alami Insiden Tak Enak Saat Dilamar Atta di Tengah Laut, Anang Hermansyah Prihatin: Sakit Itu!

Bocah 12 Tahun di Banyuwangi Dinikahi dengan Pria Beristri, Terungkap Ini Alasan Orangtua Angkat

Evakuasi Jenazah WN Prancis Tersangka Pencabulan 305 Anak, Polisi Koordinasi dengan Kedubes

"Petugas menemukan kondisi leher FAC terikat seutas kabel, tapi tidak tergantung. Dia mencoba menggunakan tubuhnya sebagai beban dengan bersandar di tembok," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Selanjutnya Frans sempat mendapatkan perawatan selama tiga hari sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2020) malam pukul 20.00 WIB

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved