Napak Tilas Museum Joang 45, Bekas Hotel Megah Era Belanda di Menteng
Museum Joang 45 adalah salah satu gedung yang terletak di Jalan Menteng Raya nomor 31, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - Museum Joang 45 adalah salah satu gedung yang terletak di Jalan Menteng Raya nomor 31, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Selain menyimpan banyak benda bersejarah, Museum Joang 45 juga menjadi saksi bisu atas kebangkitan dan perjuangan rakyat dalam mempersiapkan kemerdekaan ketika Indonesia belum merdeka.
Gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 1930-an oleh pengusaha berkebangsaan Belanda bernama LC Schomper.
"Pada tahun 1926 kawasan kota Batavia adalah salah satu kawasan yang cukup luas dan padat. Banyak pendatang dari Eropa, dan pembisnis-pembisnis juga," kata Muslim seorang Pemandu Wisata, Gedung Joang 45, Selasa (14/7/2020).
"Lalu oleh pemerintah Hindia Belanda, kala itu akhirnya dicarilah sebuah tempat di pinggiran kota Batavia, di kawasan Menteng ini ditemukan. Kawasan yang cukup luas saat itu," jelasnya.
Dikisahkan, Batavia dibawah pemerintahan Hindia Belanda menjadi kota yang padat kala itu.
Sehingga, Belanda memutuskan segera mencari kawasan yang cukup luas di pinggiran Kota Batavia untuk membangun pemukiman elit bagi petinggi-petinggi Belanda.
Hingga pada akhirnya pengusaha LC Schomper membangun hotel megah bernama Schomper 1 di lokasi yang kini dikenal dengan nama Jalan Menteng Raya.
"Hotel Schomper 1, hotel yang sangat megah saat itu" kata Muslim menjelaskan.
Kemegahan hotel, terlihat dari sisi arsitektur bangunan yang kini masih berdiri kokoh di Menteng, Jakarta Pusat itu.
Dengan lantai marmer, dinding yang dicat warna putih gading, beserta tiang-tiang pilar yang besar memperlihatkan bahwa hotel ini cukup mewah pada masanya.
Terdapat beberapa ruangan yang mana dulunya adalah bekas kamar hotel yang diperuntukan oleh tamu hotel.
Antara lain adalah pejabat-pejabat Belanda, atau petinggi-petinggi pada masanya.
"Kita bisa lihat dari lantainya yang marmer saat itu, pilarnya yang besar-besar, menunjukan bahwa hotel ini sangat mewah kala itu," imbuh Muslim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/muslim-pemandu-wisata-museum-joang-45.jpg)