Cegah Perpecahan Bangsa, Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Tapi Diamalkan

Menurut Cak Nanto sapaan akrabnya, Pancasila sebagaia ideologi negara seharusnya masuk dalam ruang budaya dan sosial di masyarakat.

Editor: Wahyu Aji
KOMPAS/TOTO SIHONO
Ilustrasi Pancasila 

Dan Pancasila harus menjadi kesamaan nasib kita dalam berbangsa dan bernegara.

Dari unsur Nahdliyin, Ketua Umum Jamiyyah Qurro'wal Huffadh (JQH) Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Maksum mengatakan bahwa jika semua agama, ras, suku menjadikan Pancasila sebagai norma dan dasar tertinggi maka semua akan clear.

Sehingga akan menjadi prinsip dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saifullah kemudian menyoroti tentang tantangan implementasi Pancasila, khususnya tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini, Saifullah menilai Pancasila belum menjadi basis program konkret dalam membangun sosial ekonomi masyarakat.

"Hukum kita harus berpacu pada Pancasila. Kedua adalah pendekatan ideologis kepada masyarakat dan pemimpin yang sesuai dengan perilaku. Ketiga, mewujudkan tatanan masyarakat yang berlandaskan Pancasila sila kelima. Terakhir, Pancasila harus menjadi ideologi yang final namun produktif," kata Saifullah.

Dalam Webinar itu, juga dihadiri oleh Bendahara Umum KNPI yang juga mantan Ketua Umum DPP GMNI, Twedy Noviady Ginting dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved