Terapis Geruduk Balai Kota DKI
Deretan Curhat Pemandu Karaoke hingga Terapis Aksi di Balai Kota: 5 Bulan Hidup Susah Selama Pandemi
Selama lima bulan, Andin berada di Karawang lantaran tempat bekejanya ini stop beroperasi gegara pandemi Covid-19.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Perempuan ini datang ke Balai Kota DKI Jakarta bersama massa aksi lain dari aliansi karyawan tempat hiburan malam.
Mengenakan topi, kacamata hitam, dan masker, Andin (bukan nama asli), datang jauh-jauh dari Karawang Jawa Barat.
Andin adalah lady club (LC) dan pemandu karaoke di tempat hiburan malam kawasan Jakarta Utara.
Selama lima bulan, Andin berada di Karawang lantaran tempat bekejanya ini stop beroperasi gegara pandemi Covid-19.
"Saya lima bulan di kampung (Karawang). Di sana saya bantu-bantu orang tua saja gara-gara belum bisa kerja," kata Andin, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di dekat Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Di Jakarta, Andin bertempat tinggal pada sebuah indekos yang biaya per bulannya sekira Rp 1 jutaan.
Perempuan berlambut lurus ini belum mampu membayar indekos tersebut.
Beruntung, bos indekosnya memahami situasi yang dialami Andin hingga memberikan kelonggaran pembayaran.
"Mami kos-nya untung ngerti. Aku jadi sedikit lega karena bingung bayar pakai uangnya bagaimana," jelas Andin.
Perempuan lulusan ini tak tamat sekolah SMA sehingga tak memiliki ijazah untuk melamar kerja di tempat lain.
Inginnya, lanjut Andin, menjadi pegawai kantoran.
"Minimal kerja jadi pelayan di restoran atau tempat kedai kopi. Tapi aku enggak punya izajah SMA," ungkap Andin.
Dia berharap, dirinya dapat bekerja seperti sebelumnya agar mendapat penghasilan kembali.
"Biar bisa bayar kos-an dan bantu orang tua di kampung. Orang tua di kampung punya warung soalnya," tutur Andin.
Dia juga berharap ingin mendapatkan pasangan hidup yang sifatnya baik.
"Pengin dapat calon suami yang baik sifatnya. Enggak macam-macam, yang penting sopan saja," ujarnya.