TOPIK
Terapis Geruduk Balai Kota DKI
-
Pemprov DKI Jakarta tengah menggodok protokol kesehatan sebagai syarat pembukaan tempat hiburan malam.
-
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta tak bisa begitu saja membuka tempat hiburan malam.
-
Perumusan protokol kesehatan untuk tempat hiburan malam pun disebut Anies belum rampung digodok
-
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani bereaksi terkait aksi demo yang dilakukan pelaku tempat hiburan malam yang dilakukan para pemandu karaoke.
-
Cucu Ahmad Kurnia menegaskan, pihaknya tak bisa membuka tempat hiburan malam dalam waktu dekat ini.
-
Pemerintah DKI Jakarta tetap bergeming tidak buka tempat hiburan malam walau dididemo terapis
-
Abdul Aziz mengapresiasi Pemprov DKI yang tetap menutup tempat hiburan malam di tengah desakan untuk membukanya kembali.
-
Cucu Ahmad Kurnia menegaskan, pihaknya tak bisa membuka tempat hiburan malam dalam waktu dekat ini
-
Selama lima bulan, Andin berada di Karawang lantaran tempat bekejanya ini stop beroperasi gegara pandemi Covid-19.
-
Sebanyak 1.000 pemandu lagu, terapis dan karyawan tempat hiburan berdemo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020) pagi. Ini permintaan mereka.
-
Sebanyak 400 personel kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat menjaga aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020).
-
"Saya janda yang sudah lima bulan tidak ada penghasilan karena tempa usahanya ditutup Gubernur (Anies Baswedan)," jelas dia.
-
Massa aksi dari Griya Pijat dan pemandu karaoke berunjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020) pagi.
-
Sebanyak 1.000 terapis griya pijat dan pemandu karaoke akan berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2020) pagi.
-
Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota bakal digeruduk 1.000 terapis griya pijat hingga pemandu karaoke, Selasa (21/7/2020) pagi.