Idull Adha 2020
Sudin KPKP Jakarta Timur Larang Pemilik Hewan Kurban Saksikan Proses Pemotongan
Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur melarang pemilik hewan kurban menyaksikan proses pemotongan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur melarang pemilik hewan kurban menyaksikan proses pemotongan.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Yuli Absari mengatakan larangan tersebut guna mencegah kerumunan warga yang memicu penularan Covid-19.
"Di tempat pemotongan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Seperti panitia dibatasi, yang berkurban enggak boleh hadir menyaksikan," kata Yuli di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).
Pembagian hewan kurban ke mustahik atau penerima daging hewan kurban pun diantar secara langsung ke rumah karena alasan serupa.
Tinggi dan mudahnya penularan Covid-19 jadi sebab Pemprov DKI mengatur ketentuan dalam pelaksanaan Idul Adha 1441 Hijriah.
"Ini mengacu kepada Intruksi Gubenur DKI Jakarta Nomor 43 tahun 2020 tentang Pengendalian Penampungan Penjualan dan Pemotongan Hewan qurban," ujarnya.
Yuli menuturkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus dilakukan hingga hari pemotongan, termasuk dilakukan di tempat pemotongan.
Sebanyak 140 petugas Sudin KPKP Jakarta Timur dikerahkan memantau proses pemotongan hewan kurban yang tersebar di 10 kecamatan.
"Kita melakukan pemeriksaan antormotem, pemeriksaan hewan hidup sebelum dipotong. Lalu proses pemotongan harus mengikuti syariat Islam, tidak menyiksa hewan," tuturnya.
• Hari Ini, 1.000 Pemandu Karaoke dan Terapis Pijat Bakal Geruduk Kantor Gubernur Anies Baswedan
• Sederet Fakta Jelang Idul Adha di Jakarta, Imbauan Buat Anak Hingga Pedagang Hewan Kurban
Kasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Irma Budiany mengatakan sebanyak 10.719 hewan kurban sudah diperiksa.
Meski dari hasil pemeriksaan ditemukan hewan satu ekor cacat dan enam tak cukup umur, hingga kini tak ditemukan hewan kurban yang sakit.
Pengambilan sampel darah guna memastikan hewan tak terjangkit antraks juga sudah dilakukan, sampel tersebut diuji di Balai Veteriner Subang.
"Kami sudah mengambil sampel terkait pemeriksaan kesehatan antraks, hasilnya dipastikan negatif semua. Hewan dijual atau yang akan dipotong bebas antraks," kata Irma.