Breaking News:

Ini Keterangan Polisi Soal Kasus COD Jual Beli Kucing Berujung Penganiayaan di Serpong Tangsel

Kanit Reskrim Polsek Serpong, Iptu Lutfi Hayata, mengonfirmasi bahwa terdapat kasus penganiayaan antara penjual kucing dan calon pembelinya saat COD.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kanit Reskrim Polsek Serpong, Iptu Lutfi Hayata, di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Serpong, Tangsel, Rabu (29/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Kanit Reskrim Polsek Serpong, Iptu Lutfi Hayata, mengonfirmasi bahwa terdapat kasus penganiayaan antara penjual kucing dan calon pembelinya saat COD (cash on delivery) di wilayah Serpong.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Yanto (23), menjadi korban penganiayaan N saat bertransaksi jual beli kucing itu, di bilangan Ruko Golden Boulevard, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) Rabu (22/7/2020) lalu.

Yanto kepincut kucing berjenis kaki pendek ras campuran (mix dome) seharga Rp 150 ribu yang dijajakan N melalui grup Facebook.

Karena saat bertemu, kucing yang dibawa berbeda, Yanto batal membeli dan itu membuat N marah.

Mendekam di Rutan Pondok Bambu, Lucinta Luna Mengaku Digigiti Tomcat

Mereka baku hantam dan akhirnya Yanto jatuh saat N memukul bagaian kepalanya menggunakan batu.

Yanto mengadukan kejadian penganiayaan berat itu ke Polsek Serpong, namun ia belum sempat membuat laporan.

Pihak kepolisian baru membuat surat visum untuk Yanto. Karena kondisinya yang bersimbah darah dan terluka di bagian kepala, pelaporan ditunda.

"Jadi waktu tanggal22 Juli itu benar ada korban datang atas nama Yanto ke Polsek Serpong melaporkan tindak penganiayaan. Pada saat itu oleh kami berikan surat untuk pembuatan visum dibawa ke rumah sakit."

Driver Ojol Wanita Korban Begal di Bekasi Trauma Keluar Malam

"Namun setelahnya beliau tidak bisa memberikan keterangan dikarenakan alasan kesehatannya masih kurang baik untuk diambil keterangan. Jadi dia mohon waktu rencananya besok bisa diambil keterangan jam 10," papar Lutfi di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Serpong, Tangsel, Rabu (29/7/2020).

Saat datang ke Polsek, Lutfi mengatakan, kondisi Yanto mengenaskan. Darah mengucur dari luka di bagian kepalanya hingga tercecer di baju.

"Dia mengalmai luka dikepala yang menurut korban itu dipukuli dengan menggunakan batu oleh terlapor," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved