Food Story

Sebagian Pengunjung Teriak Mahal, Ini Penjelasan Warteg Warmo Tebet

Generasi kedua penerus Warteg Warmo, Saryoto (51), menjelaskan terkait komentar para pengunjung yang berteriak harga makanan yang disajikan mahal.

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Saryoto (51) generasi kedua penerus Warteg Warmo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Sebagian pengunjung berkomentar makanan di Warteg Warmo, warung makan sederhana yang legendaris di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini hargany mahal.

Hal itu bisa dilihat dari komentar warga net di sejumlah video yang bisa ditonton di situs Youtube dengan kata kunci "Warteg Warmo".

Generasi kedua penerus Warteg Warmo, Saryoto (51) menjelaskan terkait komentar para pengunjung yang teriak mahal.

Menurutnya, ukuran lauk yang disajikan terbilang besar untuk satu porsi. Ukuran lauk yang besar menentukan harga jual.

Ia mencontohkan satu ekor ayam biasanya dibagi menjadi 8 potong sedangkan di Warteg Warmo satu ekor ayam dijual 4 potong.

"Secara ukuran otomatis menaikkan harga. Saya kan dipotong 4 ayamnya jadi lebih besar. Kalau di sini kan orang makannya royal jadi kalau ayamnya kecil dia nanti bisa ngambil tiga," jelasnya kepada TribunJakarta.com.

Selain ayam, masakan cumi asin dijual Rp 13 ribu per porsi di warung itu. Sebab, sekilo daging cumi harganya Rp 120 ribu sama seperti harga daging.

Tidak percaya? Saryoto menyarankan coba saja main-main ke warung ikan asin.

"Coba iseng-iseng tanya ke warung ikan asin sekarang berapa? (harga cumi)," tambahnya.

Belum lagi harga cabai, lanjut Saryoto, kebetulan harganya saat ini sedang murah. Kalau sedang mahal, harga makanan tidak bisa ia naikkan lagi.

Istri Saryoto, Kona'ah (50) ikut menyumbangkan pendapat. Menurutnya, harga makanan di Warteg Warmo biasa saja seperti warteg pada umumnya. 

Tidak mahal, tidak murah. Tergantung kondisi keuangan pengunjung dan makanan apa yang dipilih.

"Kalau orang bilang murah enggak juga lah, kan kondisi keuangan orang beda-beda.  Yang lumayan mahal paling seperti makanan laut di sini," tambahnya.

Namun, ia menyadari warung yang populer di kalangaan warga Ibu Kota ini pasti mengundang pro dan kontra.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved