Pos Polisi Yalimo Diserang: 2 Anggota Terpanah, Motif Pengumuman CPNS, Ini Kronologinya

Pos polisi Kabupaten Yalimo, Papua diserang warga berinisial ZW, Kamis (30/7/2020). Motifnya kecewa pengumuman CPNS.

Tayang:
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Ilustrasi: Pos Polisi Tugu Tani Jakarta Pusat sempat dilempari batu oleh pelaku misterius, Rabu (26/2/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PAPUA - Pos polisi Kabupaten Yalimo, Papua diserang warga berinisial ZW, Kamis (30/7/2020).

Akibat serangan tersebut dua anggota Brimob terluka kena panah.

Sementara pelaku tewas setelah anggota melumpuhkannya dengan timah panas.

Polisi memastikan saat ini situasi di Yalimo kondusif dan pelaksanaan salat Idul Adha berjalan lancar.

TribunJakarta.com mengutip Kompas.com merangkum sejumlah fakta terkait peristiwa penyerangan pos polisi itu.

1. Dua Polisi Terluka Kena Panah

Penyerangan terjadi pada Kamis (30/7/2020) sore dan mengakibatkan dua anggota Brimob terluka.

Sedangkan pelaku akhirnya tewas setelah dilumpuhkan menggunakan timah panas.

"Anggota kami dua orang mengalami luka akibat kena panah, satu kena di bagian paha kiri dan satu di bagian kaki, sementara dari pihak penyerang satu orang meninggal dunia kena tembakan," ujar Kapolres Yalimo, AKBP Ahmad Khairudin, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (31/7/2020).

Memurut dia, saat kejadian pelaku sedang berjalan dengan 14 rekannya, tetapi hanya pelaku yang melakukan penyerangan.

2. Motif Pelaku Serang Pos Polisi

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw (KOMPAS.COM/ISRUL PANCA ADITRA)

Sementara, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyatakan, motif penyerangan tersebut terkait dengan ketidakpuasan pelaku atas pengumuman CPNS di Kabupaten Yalimo.

"Dugaan (pelaku) kecewa dari hasil pengumuman CPNS," kata dia di Jayapura.

Sebut Seluruh Wilayah Rawan Covid-19, Anies: Warna Zona Tak Relevan di Jakarta

Waterpauw memastikan, kedua anggota Brimob yang terluka akan segera dievakuasi ke Jayapura guna mendapatkan perawatan.

"Rencananya korban akan dievakuasi ke Jayapura hari ini menggunakan pesawat," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved