Pasutri Ditemukan Tak Bernyawa di Sebuah Rumah Kawasan Tanjung Priok
Kronologi penemuan jenazah pasutri itu berawal saat beberapa orang yang merupakan rekan satu gereja korban berkunjung ke rumah tersebut
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pasangan suami istri RH (84) dan LM (77) ditemukan tak bernyawa dalam ruang tamu rumah mereka di Jalan Warakas VI, Gang 21, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/8/2020).
Sebelum keduanya ditemukan meninggal, sang istri, LM, sering mengungkapkan ingin bunuh diri.
Hal itu dikatakan Sandy Aditya Permana (23) yang merupakan kerabat pasutri tersebut.
Sandy mengatakan bahwa dirinya cukup dekat dengan pasutri tersebut. Keduanya dikenal dengan panggilan Om Batak dan Tante Batak.
Bertahun-tahun mengenal pasutri itu, Sandy sering dijadikan tempat berkeluh kesah.
Dari situlah Sandy beberapa kali sempat mendengar keinginan LM untuk bunuh diri.
"Itu tante (LM) sering curhat sama saya. Dia pernah ngomong mau bunuh diri," kata Sandy saat ditemui di lokasi.
Meski begitu, Sandy tak mengetahui apakah LM dan suaminya RH benar-benar meninggal karena bunuh diri.
Di sisi lain, keduanya memang sudah lanjut usia dan terutama RH yang mengidap penyakit komplikasi.
"Untuk penyakit, omnya itu udah komplikasi jantung sama stroke. Tantenya itu kemarin itu dia baru ngasih tahu kakinya sakit," kata Sandy.
• Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Petugas Bagikan Bendera dan Bunga
• Satpol PP DKI Catat 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Protokol Kesehatan
• Dinilai Melanggar SKB 4 Menteri Tentang Belajar Tatap Muka, Pemkot Bekasi Sebut Akselerasi
Hal serupa dinyatakan tetangga LM, yang mengaku bernama Ibu Doni.
Ibu Doni menuturkan, beberapa waktu lalu, LM sempat berpapasan dengan dirinya.
Kala itu, LM mengaku hendak ke Waduk Cincin dengan tujuan mengakhiri hidupnya.
Hanya saja, Ibu Doni sempat mencegah LM melakukan tindakan tersebut.
"Jangan Bu (LM), nanti siapa yang urus bapak (RH) kalo ibu nggak ada? Enggak bagus begitu, masih ada cara lain buat selesein masalah," kata Ibu Doni menirukan perkataannya kepada LM.
Sebelumnya, jenazah RH dan LM ditemukan tergeletak tak bernyawa pada pagi tadi.
Kronologi penemuan jenazah pasutri itu berawal saat beberapa orang yang merupakan rekan satu gereja korban berkunjung ke rumah tersebut.
Bermaksud memberikan sesuatu kepada RH dan LM, mereka mencoba mengetuk pintu rumah itu.
Mereka pun mencoba menghubungi pasutri tersebut melalui sambungan telepon dan kembali tak dijawab.
Karena tak mendapatkan jawaban, rekan-rekan gereja yang hendak bertamu itu kemudian berupaya mendobrak pintu rumah korban.
Mereka lantas dikagetkan dengan keberadaan pasutri tersebut yang terbujur kaku di lantai ruang tamu rumahnya.
Setelah kejadian, warga setempat kemudian menghubungi petugas kepolisian dan tenaga medis untuk langsung mengevakuasi korban.
Tak berapa lama, pasutri tersebut kemudian dievakuasi petugas yang mengenakan alat pelindung diri lengkap di lokasi kejadian.