Breaking News:

Anggota BNN Gadungan Culik Remaja

BNN Imbau Warga Waspada Pemerasan Modus Aparat Gadungan

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan modus menjadi anggota BNN gadungan masih kerap ditemukan dan mencoreng instansi penegak hukum.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Bima Putra
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat menunujukkan barang bukti tanda pengenal palsu yang digunakan pelaku di Kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (5/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta warga mewaspadai penipuan dan pemerasan bermodus aparat gadungan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan modus ini masih kerap ditemukan dan mencoreng instansi penegak hukum.

Teranyar pada Selasa (4/8/2020) BNN meringkus Adis, Lucky, Rizki, dan Dika karena menjebak dan memeras warga dengan modus anggota BNN.

"Saya imbau masyarakat, karena kejadian seperti ini sering dialami. Jika ada kejadian serupa agar masyarakat segera melaporkan ke kami," kata Arman di kantor BNN, Rabu (5/8/2020).

Dia memastikan jajaran melakukan proses penyelidikan hingga penyidikan satu kasus penyalahgunaan narkotika sesuai prosedur.

Termasuk menyampaikan ke pihak keluarga bila kerabatnya diamankan karena kasus penyalahgunaan narkotika tanpa meminta uang.

""Kalau ada oknum BNN yang mengaku menangkap sanak saudara lalu meminta uang tebusan segera melapor ke kami di BNN Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kota, atau Kepolisian," ujarnya.

Arman menuturkan aparat penegak hukum gadungan terlihat dari saat mereka menuduh warga melakukan tindak pidana tanpa bukti.

Terlilit Utang Rp 100 Miliar jadi Motif Anggota BNN Gadungan Culik dan Peras Remaja

Namun warga yang kadung takut saat melihat lencana, senjata, atau seragam milik aparat gadungan cenderung tidak melawan.

Dia mencontohkan kasus Adis, Lucky, Rizki, dan Dika yang memeras orangtua korbannya sebanyak Rp 50 juta sudah pernah beraksi sebelumnya.

"Pengakuan mereka sudah dua kali beraksi dengan modus serupa. Mereka minta uang tebusan ke orangtua korban. Katanya biar tidak ditahan karena sudah pakai narkoba," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved