Sisi Lain Metropolitan
Kerap Dicibir, Cerita Ferry Tetap Berjualan Demi Keluarga
Meski tak banyak, Ferry merasa bahagia karena bisa memberikan pemasukan untuk orang tuanya
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Sambil membawa beberapa bungkus makanan, langkah Ferry (45) terlihat tertatih.
Terlahir dengan kondisi fisik yang tak sempurna, menjadi alasannya selama ini kesulitan saat berjalan.
Meski begitu, semangatnya terlihat masih membara.
Dengan telaten ia membawa beberapa bungkus makanan ringan seperti kerepek dan kacang pesanan orang.
"Bang kerepeknya Rp 10 ribu," ujar satu diantara pembeli.
"Ini sudah dari lahir. Jadi memang agak susah untuk jalan dan kondisi tangan juga kayak gini. Makanya kalau ada yang beli banyak harus satu-satu dan pelan ambilnya," katanya kepada TribunJakarta.com, Kamua (6/8/2020).
Ferry mengatakan sudah berdagang sejak beberapa tahun lalu.
Mulai dari kue hingga minuman pernah ia jajakan keliling.
Sayangnya, belum lama ini ia berhenti berdagang akibat terkendala modal usaha.
Selanjutnya diperparah dengan wabah virus corona yang semakin membuat ekonominya semakin sulit.
"Tapi pas Juli lalu ada yang nawarin saya dagangan. Ya sudah saya iyakan dan jualan aja di depan gang sini," ungkapnya.
Perbungkus makananyang dijualnya, ia hanya mengambil keuntungan Rp 1 ribu.
"Sistemnya kan setor. Jadi kalau habis bersihnya lumayan. Tapi Rp 20 ribu perhari pasti dapat kok. Sebab saya jualnya hanya Rp 2.500 perbungkus," jelasnya.
Selanjutnya keuntungan tersebut ia berikan kepada ibunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ferry-penjual-makanan-ringan-di-jalan-pisangan-timur-matraman-jakarta-timur-kamis-682020.jpg)