Update Pembunuhan Wanita di Apartemen
FM Sempat Berhubungan Intim dengan Sang Pacar Sebelum Membunuhnya di Dalam Apartemen Depok
Petugas menemukan fakta baru dari kasus pembunuhan wanita berinisial AO (36) dalam Apartemen kawasan Margonda, Beji, Kota Depok.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Petugas menemukan fakta baru dari kasus pembunuhan wanita berinisial AO (36) dalam Apartemen kawasan Margonda, Beji, Kota Depok.
Dalam 21 adegan yang diperagakan pelaku, petugas mendapati fakta bahwa pelaku sempat berhubungan badan sebelum akhirnya menghabisi nyawa korban.
"Ternyata setelah kita melaksanakan 21 adegan, memang terdapat perbedaan. Kita laksanakan rekonstruksi sebelum kejadian pembunuhan tersebut atau eksekusi tersangka ternyata ada persetubuhan dulu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani, usai proses rekonstruksi berlangsung, Jumat (8/7/2020).
Wadi menjelaskan, hasil visum juga ditemukan cairan sperma dari korban.
"ni sesuai dengan hasil visum ada sperma dari korban," jelasnya lagi.
Lanjut Wadi, kesimpulan sementara hasil pra rakonstruksi ini, menguatkan bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan ini sebelumnya.
"Betul sekali ini direncanakan, karena barang-barang sudah dipersiapkan pelaku dari rumahnya," pungkasnya.
Detik-detik Pelaku Bunuh dan Ikat Pacarnya di Ranjang Apartemen Depok
FM (37) menceritakan detik-detik pembunuhan wanita di dalam kamar Apartemen kawasan Margonda, Kota Depok.
FM membunuh pacarnya sendiri berinisial AO (36) pada Selasa (4/8/2020).
FM menggunakan martil berwarna hitam dengan gagang kayu berwarna coklat untuk menghabisi nyawa korban.
FM mengaku sudah mempersiapkan palu tersebut sebelum bertemu dengan korban.
“Saya bawa palu juga, sama lakban. Kalau tali ada di ruangan. Saya pikirnya buat pingsan saja,” kata FM di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kamis (6/8/2020).
Kemudian, FM bercerita pembunuhan dilakukan saat AO sedang dalam kondisi tidur telungkup diatas kasur sambil memainkan gawainya.

Saat itu juga, ia langsung menghantam kepala korban menggunakan palu tersebut hingga beberapa kali, dan menyasar bagian tubuh yang lainnya juga.
“Dipukul di bagian belakang tiga kali, di muka satu kali, di dagu, kemudian ditutup mulutnya pakai tangan saya, pas masih lagi ngelawan dia telentang, terus saya tindih terus saya tutup pakai tangan. Terus jari saya digigit,” ujar FM.
• Pelaku Buron, Sekeluarga Korban Rampok di Ciracas Takut Saat Tidur
Tak lama, korban pun semakin lemas hingga takl sadarkan diri.
Saat itu, FM mengaku tak tahu apakah korban pingsan atau meninggal.
Kemudian, korban pun dinaikkan ke atas ranjang, barulah pelaku mengikat kaki, tangan, serta menutup mulut korban menggunakan lakban.
“Terus saya ikat tangannya, mulutnya saya lakban. Saya mau keluar takutnya dia bangun teriak,” bebernya.
Terbakar Api Cemburu

FM (37) mengakui dirinya nekat membunuh pacarnya karena terbakar api cemburu.
Padahal dirinya akan menikahi korban dalam beberapa waktu kedepan.
Namun, rencana pernikahan itu pun kandas sudah.
• Terancam 15 Tahun Bui, Pengakuan Pembakar Rumah Berisi 1 Keluarga: Tak Digubris saat Ajak Nikah
FM dan AO berstatus duda dan janda, serta telah menjalin asmara selama empat tahun belakangan ini.
"Iya, mau nikah," ujar FM lirih menahan sakit dibagian kaki kanannya yang berlubang tertembus timah panas, akibat melawan dan mencoba kabur dari kejaran aparat kepolisian, Kamis (6/8/2020).
Lanjut FM, selama menjalin kisah asmara dengan korban, ia mengaku belum pernah melakukan kekerasan fisik.
Meski begitu, ia tak memungkiri kerap terlibat pertengkaran dengan korban, yang ia duga menjalin hubungan dengan pria lainnya.
"Gak pernah saya (pukul), paling ngomong keras doang tapi saya gak pernah kasar. Pertama kali kenal ketemu di Mall di Depok," bebernya.
• Kebakaran Pasar Timbul Tomang Jakarta Barat: Nyala Listrik Disusul Api yang Menyala dari Kabel
FM menuturkan dirinya merasa sakit hati lantaran telah dipermainkan dengan korban.
"Gak niat membunuh saya. Tapi saya sakit hati memang dari awal saya diginiin mulu, dikhianatin mulu. Saya justru yang banyak ngasih ke dia, bukan dia," pungkasnya.
Urusan Asmara

Polisi telah mengetahui motif FM (37) membunuh AO (36), wanita yang ditemukan tewas dalam kamar Apartemen di kawasan Margonda, Depok.
Diwartakan sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali, serta mulut yang tertutup lakban.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, menjelaskan, motif pelaku nekat menghabisi nyawa korban adalah lantaran urusan asmara.
Diketahui, korban berstatus janda dan pelaku pun berstatus duda, keduanya pun telah menjalin asmara sejak empat tahun silam.
• Lihat Calon Suami Gantung Diri, Wanita Ini Peluk dan Beri Napas Buatan: Tak Ada yang Mau Bawa ke RS
"Adapun motif terduga pelaku merasa jengkel, kesal sakit hati karena diduga korban juga menjalin hubungan dengan pria lain," ujar Azis saat memimpin ungkap kasusnya di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kamis (6/9/2020).
Lanjut Azis, malam ketika akhirnya peristiwa nahas itu terjadi, korban sengaja bertemu dengan pelaku dalam kamar apartemen tersebut untuk menyelesaikan masalahnya.
Namun ketika bertemu, korban malah mengbubungi pria lain yang langsung menyulut emosi pelaku.
"Sehingga spontan saat itu ia melakukan kekerasan walaupun alat-alatnya sudah disiapkan sebelumnya. Artinya dia sudah memiliki kejengkelan atau sakit pada korban dalam waktu cukup lama terhadap korban, sehingga pada momen tertentu dia mengeksekusi korban. Artinya dendam karena hubungan asrama atau cemburu," paparnya.
Azis berujar pelalu terancam dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 365, dengan ancaman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)