Banyak Kasus Covid-19 Import dari Kantor dan Mal, Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Gubernur Banten Wahidin Halim putuskan perpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang.

Tayang:
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Gubernur Banten, Wahidin Halim, saat ditemui di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG RAYA - Gubernur Banten Wahidin Halim, memutuskan untuk memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang ( Tangerang Raya) sampai 14 hari mendatang.

PSBB yang berarti sudah jili ke-9 itu dierapkan mulai Senin (10/8/2020) sampai Minggu (23/8/2020) mendatang.

Keputusan tersebut diambil usai rapat evaluasi dengan kepala daerah se-Tangerang Raya.

Wahidin mengatakan, jumlah kasus Covid-19 meningkat di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

"Ada kecenderungan kenaikan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Walaupun tidak berpengaruh terhadap kenaikan di tingkat nasional, kita kaji dan apa yang mempengaruhinya," ujar Wahidin dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2020).

Sebut Kesadaran Protokol Warganya Kurang, Wali Kota Airin Perpanjang PSBB Tangsel

Wahidin berharap Tangerang Raya yang sudah beranjak ke zona kuning kerawanan Covid-19, tidak kembali terjerumus ke dalam zona merah.

Menurutnya, butuh upaya keras untuk menangani banyaknya pasien pada zona merah.

"Waspadai dan pertahankan. Jangan sampai posisi zona kuning kembali lagi ke zona merah karena akan sangat berat untuk penanganannya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji, mengatakan peningkatan jumlah kasus baru di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, mayoritas dari pendatang.

Ini 25 Ruas Jalan di DKI Jakarta yang Bakal Diterapkan Sanksi Tilang Bagi Pelanggar Ganjil Genap

Hal itu karena sudah banyak kantor yang tidak lagi menerapkan work from home (WFH) atau kerja di rumah. Sehingga pekerja yang banyak lintas wilayah membuat potensi penularan semakin besar.

Selain itu, mal yang sudah banyak dibuka, menjadi klaster Covid-19 baru.

"Mobilitas masyarakat yang menimbulkan klaster import bertambah, serta dibukanya beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan yang menjeadikan kalster baru," ujar Ati.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved