Sisi Lain Metropolitan

Kisah Si Kembar Eva Evi Berjualan Kerupuk Hingga Larut Malam: Demi Beli Paket Data

Semenjak belajar di rumah karena pandemi Covid-19, kedua anak kembar itu juga harus bekerja untuk membeli kuota internet demi bisa belajar

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Eva dan Evi berjualan kerupuk kulit di tepi jalan Anggrek Rosliana, Kemanggisan, Jakarta Barat pada Kamis (13/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Dua anak kembar Eva Kembar Arum (14) dan Evi Kembar Sekti (14) berjalan sambil menenteng dagangan kerupuk kulit di malam hari.

Di depan sebuah rumah di Jalan Anggrek Rosliana, Kemanggisan, Jakarta Barat, langkah kaki kedua anak kecil itu terhenti.

Mereka kemudian duduk dan meletakkan satu kantong plastik merah dan satu keranjang berisi kerupuk kulit di tepi jalan itu. Kedua anak itu pun mulai menjajakan dagangannya.

Wajah mereka sesekali tersorot lampu kendaraan yang melintas di hadapannya.

Kedua anak tersebut dengan polos mengaku tidak takut terserempet atau tertabrak kendaraan yang melaju cukup kencang di jalan itu.

Padahal Evi pernah terserempet mobil yang melintas hingga keranjang berisi kerupuk berjatuhan.

Berjualan kerupuk kulit sudah dilakukan mereka sejak lama sekira duduk dibangku kelas tiga Sekolah Dasar (SD). Sebelum sekolah mereka bahkan pernah menjadi pemulung.

Dari rumahnya di Jalan Anggrek Neli Murni, mereka berjalan kaki menuju Jalan Anggrek Rosliana ketika sore berganti malam dan kembali pulang berjalan kaki pukul 23.00 WIB.

Pagi hari biasanya mereka belajar di rumah kemudian siang hari menjaga adiknya.

Menjelang sore, mereka bersiap untuk berjualan kerupuk yang dijual Rp 15 ribu per bungkus di jalanan.

Eva Evi berjualan demi membantu orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan.

Keluarga mereka masih dibelit kemiskinan. Bapak dan ibunya mencari sesuap nasi hanya sebagai penjual minuman di halte.

Itupun demi meraup penghasilan, kedua orangtuanya sering kejar-kejaran dengan petugas satpol pp. Baru-baru ini, cerita Evi, termos dan bangkunya raib disita petugas.

Belum lagi, banyak orang yang utang minuman kepada mereka.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved