Bocah 10 Tahun di Bekasi Dianiaya
Trauma Dipukuli Karena Membela Teman, Bocah 10 Tahun di Bekasi Kini Jadi Pendiam dan Kerap Menangis
Niat baik bocah 10 tahun di Bekasi yang membela temannya karena diusili berbuah pahit.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Niat baik bocah 10 tahun di Bekasi yang membela temannya karena diusili berbuah pahit.
Bocah berinisial AFF, warga Kampung Teluk Buyung RT 04 RW 07, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Utara itu justru mengalami kekerasan.
TONTON JUGA:
Kasus penganiayaan itu kini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi untuk ditindak lanjuti.
Berdasarkan laporan tersebut dijelaskan bahwa AAF ditampar dan dipukul orangtua dan kakak temannya, I (40) dan K (23) akibat adanya kesalahpahaman.
Dua terduga pelaku ini adalah I, ayah dari F (teman AAF) dan K, kakak dari F (teman AAF).
Lusi Yunita Himawati (18), kakak dari AAF (10), mengatakan, adiknya trauma berat usai mengalami penganiayaan oleh dua orang dewasa.
Lusi mengatakan, kini adiknya menjadi pendiam dan kerap kali menangis. Padahal, biasanya selalu ceria.
• Hendak Bersih-bersih, Adik Ini Kaget Temukan Ribuan Pakaian Dalam Bekas Milik Wanita di Kamar Kakak
“Iya masih trauma, dia tidak berani jauh-jauh (mainnya). Lalu belakangan ini jadi suka nangis,” ucap Lusi saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).
Lusi mengatakan, adiknya sudah dibawa ke rumah bibinya di Depok untuk menghilangkan rasa trauma.
Ia mengatakan, kini pihak keluarga masih menunggu panggilan dari polisi untuk pemeriksaan kasus yang menimpa adiknya.
“Sementara masih menunggu kabar dari Polres Metro Bekasi, belum ada panggilan baik korban maupun pelapor,” kata Lusi.
Lusi berharap kasus tersebut segera diproses oleh polisi.

Dengan demikian, bisa jadi pelajaran bagi terduga pelaku agar tidak mengulangi hal yang sama.
“Keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses supaya kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutur dia.
Berawal Ketika Nonton Pertandingan Bola
Kakak korban menuturkan, pemukulan itu berawal ketika sang adik menonton pertandingan sepak bola pada Minggu (16/8/2020).
Saat itu AAF nonton bersama F dan teman lainnya berinisial A.
• Intip Kondisi Terkini Alyssa Soebandono Istri Dude Harlino Berubah Dratis, Terlihat Kian Kurus
Ketika asik nonton bola, sandal A lantas disembunyikan oleh F.
“Jadi awalnya adik saya lagi nonton pertandingan bola di lapangan, nah si F ini malah sembunyiin sandal punya temannya (A),” imbuh Lusi dilansir dari Kompas.com.
Karena tidak suka dengan perbuatan usil F, AAF lantas membela A dan memarahi F.

F yang kala itu tak terima dimarahi malah melempar batu ke arah AAF.
Setelah lempar batu, F mengadu ke orangtua (I) dan kakaknya (K).
• Jadi Tulang Punggung Sebelum Kena PHK, Terkuak Istri Siri yang Tusuk Suami di Mampang Kerap Dipukuli
Atas aduan itu, I dan K pun menghampiri AAF di lapangan bola.
I, ayah dari F yang emosi langsung memukul kepala bagian belakang AAF.
Sementara K menampar AAF hingga lemas.
Bocah sepuluh tahun ini pun menangis dipukul dua orang dewasa.
“Kejadiannya di tempat ramai, dilihatin banyak orang. Malah tangannya AAF dipengangin sama ayahnya, lalu ditampar lagi sama kakak F,” kata Lusi.
Lusi menilai, banyak yang melerai saat I dan K memukuli adiknya.
• Aurel Siap Tinggal Bareng, Atta Halilintar Bereaksi Tegas Soal Rencana Nikah Secara Agama
Meski demikian, I dan K mengabaikan warga dan tetap memukul AAF.
FOLLOW JUGA:
“Warga akhirnya menarik adik saya supaya I dan K selesai gitu mukulinnya. I dan K mah emang sering mukul anak-anak,” aku Lusi.
Menanggapi pelaporan itu, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heri Purnomo mengatakan, pihak kepolisian akan memanggil saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus kekerasan anak ini.
• BLT Karyawan Swasta Rp 600 Ribu Cair 25 Agustus, Intip Cara Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan
Mulai dari pelapor, saksi, hingga terlapor pun akan dipanggil untuk klarifikasi kasus tersebut.
“Kami akan segera panggil saksi, pelapor, terduga pelaku. Semua yang berkaitan akan kita minta klarifikasinya,” tegas Heri.
(TribunJakarta/Kompas.com)