Pedagang Bakso Goreng Dibegal

Pedagang Bakso Goreng Nekat Duel dengan Begal, Berniat Pertahankan Ponsel Malah Kehilangan Motor

Ketiga pelaku yang berusia sekitar 25 tahun mengancam korban agar menyerahkan handphone sambil mengacungkan parang

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa via Tribun Medan
Ilustrasi begal 

"Sudah lapor ke Polsek Pasar Rebo, tapi dari hari kejadian sampai sekarang enggak ada polisi yang datang ke sini atau buat cari CCTV. Enggak tahu kenapa," sambung dia.

Pemkot Tangsel Mulai Terapkan Sanksi Denda PSBB, Tidak Pakai Masker Bayar Rp 50 Ribu

Pasutri Mengemis Sambil Tunjukkan Foto Anak Kena Kanker, Jawaban Melantur Hingga Uang Buat Beli Sabu

Shin Tae-yong Tak Tertarik Gunakan Pemain Asing dari Brasil di Timnas U-19

Bareskrim Mabes Polri Gerebek Tempat Karaoke Venesia BSD, Satpol PP Tangsel Dua Kali Gagal Merazia

Cerita Petugas Satpol PP Bongkar Prostitusi di Apartemen Tangerang, Berkali-kali Dikecoh PSK

Warga resah

Warga Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur kembali diresahkan kasus begal yang terjadi di permukiman mereka.

Setelah pada Kamis (9/8/2020) seorang ojek pangkalan Matsanih (63) dibegal di Jalan Cakra Buana, Kelurahan Kalisari, kini kasus serupa kembali terjadi.

Korbannya pedagang bakso goreng (basreng) yang sedang beristirahat usai pulang belanja dari pasar di satu Warkop Jalan Pekayon, Kelurahan Pekayon.

Pemilik Warkop sekaligus saksi, Nurlela (31) mengatakan korban yang karib disapa 'Akang' mengalami empat luka bacok di bagian punggung.

"Padahal warga sini setiap malam selalu Siskamling (sistem keamanan lingkungan), tapi pelaku tetap nekat. Namanya begal ya, mungkin enggak takut," kata Nurlela di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2020).

Saat Akang dibacok parang pada Selasa (18/8/2020) sekira pukul 04.30 WIB pun sejumlah warga Jalan Pekayon patroli mengamankan lingkungan.

Tapi pelaku yang seolah sudah mengetahui jalur patroli berhasil luput dari pantauan warga lalu membacok dan menggondol motor Akang.

"Warga kalau ronda Siskamling mulai dari pukul 21.00 WIB sampai sekira pukul 05.00 WIB. Mungkin karena pelaku bawa parang jadi tetap saja beranjak begal," ujarnya.

Nurlela menuturkan wilayah Kelurahan Pekayon tempatnya membuka usaha Warkop 24 jam bukan termasuk lokasi rawan kriminal.

Namun beberapa waktu terakhir, tepatnya saat pandemi Covid-19 melanda tingkat kriminalitas di Pasar Rebo seakan melonjak.

"Mungkin karena sekarang ekonomi lagi susah ya, orang dagang juga sepi. Pas hari kejadian begal itu katanya di lokasi lain juga ada begal juga, tapi saya enggak tahu pasti di mananya," tuturnya.

Warkop milik Nurlela (31) di Jalan Pekayon lokasi pembegalan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2020).
Warkop milik Nurlela (31) di Jalan Pekayon lokasi pembegalan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2020). (TribunJakarta/Bima Putra)

Nurlela berharap jajaran Polsek Pasar Rebo lekas meringkus tiga pelaku yang berhasil menggondol motor, dompet, dan barang belanjaan Akang.

Dia khawatir bila pelaku masih bebas berkeliaran mereka bakal kembali beraksi dan lebih nekat melukai korban karena membawa parang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved