Breaking News:

Pemprov DKI Jakarta Janji Cairkan Dana Insentif Covid-19 Bagi Tenaga Medis di RSUD Koja Besok Senin

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) berjanji bakal melunasi tunggakan insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ruangan ICU RSUD Koja tempat Sellha dirawat usai operasi, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) berjanji bakal melunasi tunggakan insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Koja yang belum dibayarkan.

"Insya Allah Senin tanggal 24 Agustus sudah dapat dicairkan," ucap Kepala BPKD DKI Edi Sumantri, Kamis (20/8/2020).

Adapun para nakes di RSUD Koja itu sama sekali belum menerima insentif khusus yang sebelumnya dijanjikan oleh pemerintah sejak awal pendemi Covid-19 atau bulan Maret lalu.

Padahal, setiap harinya para nakes ini harus bertaruf nyawa demi menolong pasien yang terpapar Covid-19.

Pelaku Pembunuhan di Warnet Klender Jakarta Timur Dijerat Pembunuhan Berencana

Sadar sudah lima bulan lamanya pemerintah menunggak pembayaran itu, Edi berjanji bakal mengebut proses pencairan insemtif tersebut.

"Walaupun Kami san Jumat libur, kami tetap masuk untuk memproses dokumen administrasi pencairan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sepetti diberitakan sebelumnya, para nakes di RSUD Koja mengeluhkan belum cairnya insentif khusus bagi mereka sejak awal pandemi Covid-19.

Padahal, pemerintah telah berjanji bakal memberikan insentif bagi nakes yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Direktur RSUD Koja IBN Banjar mengatakan, para nakes di tempatnya itu belum sekalipun menerima insentif yang dijanjikan tersebut.

Bocah 12 Tahun Korban Rumah yang Dibakar Kekasih Ibunya di Tangsel, Meninggal Dunia di RSPAD

Artinya, sudah lima bulan lamanya insentif bagi para nakes di RSUD Koja tak kunjung cair.

"Dari Maret 2020 mestinya sudah mulai terhitung diberi insentif, tapi sampai saat ini belum (terima insentif)," ucapnya, Rabu (19/8/2020).

Adapun besaran insentif yang dijanjikan itu cukup bervariasi, yaitu Rp 15 juta bagi dokter spesialis, Rp 10 juta untuk sokyer ukum atau dokter gigi, Rp 7,5 juta untuk bidan atau perawat, dan Rp 5 juta untuk tenaga medis lainnya.

Besaran ini nantinya dikalikan dengan jam kerja secara proporsional per bulannya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved