Bayi Kembar Rahman Rahim Meninggal
Bayi Rahman-Rahim Sempat Dijadwalkan Operasi Pemisahan Juli 2020, Tapi Batal Gara-gara Covid-19
rencana operasi pemisahan itu batal dilakukan akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu hingga kini.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Bayi kembar siam Ahmad Rahman Al-Ayyubi dan Ahmad Rahim Al-Ayyubi (Rahman-Rahim) asal Bekasi sempat dijadwalkan operasi pemisahan pada Juli 2020.
Namun, rencana operasi pemisahan itu batal dilakukan akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu hingga kini.
Ibunda Rahman-Rahim, Ika Mutia Sari (30) mengatakan, operasi pemisahan bayi kembar siamnya rencananya akan dilalukan di Rumah Sakit Anak dan Bunda RSAB Harapan Kita Jakarta.
"Juli (2020) harusnya mau dioperasi, cuma karena Covid-19 rumah sakit kekurangan tim medis karena banyak nanganin kasus," kata Ika di kediamannya, Bintara Jaya, Kota Bekasi, Jumat, (21/8/2020).
• Kabar Duka, Bayi Kembar Siam Rahman-Rahim di Bekasi Meninggal Dunia
Ika menuturkan, setelah jadwal operasi pemisahan dibatalkan, tim rumah sakit yang menangani bayinya lalu menjadwalkan ulang.
Rencanaya, September atau akhir tahun 2020 ini Rahman-Rahim akan menjalani operasi pemisahan yang sejak lama diupayakan.
"September atau akhir tahun ini dijadwalkan ulang, tapi Allah berkehendak lain (bayi kembar siam meninggal dunia)," tuturnya.
Dia mengaku, proses operasi pemisahan memang memerlukan serangkaian persiapan salah satunya kecukupan berat badan kedua bayi kembar siam.
Saat lahir, Rahman-Rahim hanya memiliki berat badan 3,2 kilogram, di usia 10 bulan berat badanya mulai meningkat menjadi 10 kilogram.
Sebelum tutup usia pada, Rabu, (19/8/2020), Rahman-Rahim di usia 23 bulan memiliki berat badan 12,9 kilogram.
"Kalau dari segi berat badannya si udah cukup ya, makanya waktu Juli itu sebenarnya udah mau operasi," terangnya.
Menurut Ika, bayi kembar Rahman-Rahim memang memiliki penyakit bawaan berupa paru dan jantung.
Kondisi demam lanjut dia, kerap dialami bayi kembar siamnya, sehingga sering membuat kondisi tubuh keduanya tidak stabil.
"Kalau demam emang sering, pilek, terus si Rahim kan emang punya penyakit bawaan, kalau yang satu sakit dua-duanya pasti ngikut sakit," paparnya.
Adapun bayi kembar siam Rahman-Rahim terlahir dengan kondisi dempet di bagian dada hingga perut.
Kondisi bayi kembar siam memang terlihat sehat, seluruh organ tubuh masing-masing bayi ini lengkap mulai dari kepala hingga kaki.
Begitu juga dengan organ dalamnya, hanya saja bagian jantung dan hati bayi kembar siam ikut menempel sehingga menyulitkan proses operasi pemisahan.
Rahman oleh orangtuanya dinobatkan sebagai kakak, sedangkan Rahim ditetapkan sebagai adik.
Semasa hidup, Rahman memang tampak lebih lincah dan aktif ketimbang Rahim.
Menurut orangtuanya, Rahim menderita dandy walker syndrome atau kelainan genetik bawaan yang mempengaruhi perkembangan otak.