Breaking News:

Persidangan YouTuber Putra Siregar

Selama Tahun 2016 Sampai 2017 Putra Siregar Raup Rp 16 MIliar dari Bisnis Handphone

Aliran uang tersebut hasil keuntungan penjualan handphone di tiga gerai PS Store yang dipercayakan Putra untuk dikelola Lahata.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Putra Siregar saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (24/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Penanganan perkara dugaan penjualan handphone ilegal yang dilakukan Putra Siregar bukan satu-satunya fakta yang terungkap di persidangan.

Penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta, Frengki Tokoro yang dihadirkan jadi saksi dalam sidang mengungkap keuntungan bisnis yang dijalankan Putra.

Frengki mengatakan Putra menerima aliran uang dari karyawan PS Store bernama Lahata yang dihadirkan jadi saksi di persidangan sebelumnya.

Putra Siregar saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (24/8/2020).
Putra Siregar saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (24/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Ada transaksi dari awal tahun 2016 sampai November 2017. Pengakuan saksi Lahata ada kurang lebih Rp 15-16 miliar yang disetor ke rekening Putra Siregar yang mengalir dari transaksi," kata Frengki di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (24/8/2020).

Aliran uang tersebut hasil keuntungan penjualan handphone di tiga gerai PS Store yang dipercayakan Putra untuk dikelola Lahata.

Yakni gerai PS Store di Condet, Jakarta Timur, Sawangan, Depok, dan Cipondoh Tangerang tempat penyidik mengamankan handphone ilegal.

Sebanyak 191 handphone ilegal diamankan penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta dan digunakan jadi barang bukti penetapan tersangka Putra.

"Untuk handphone yang dijual di PS Store ada yang dikirim dari Batam ke Jakarta oleh Jimmy. Dari Jimmy sendiri kurang lebih ada enam kali pengiriman, dikirim lewat udara," ujarnya.

Dalam setiap pengirimannya, Frengki menuturkan Putra Siregar menerima satu koli handphone dari Batam lalu dijual kembali di PS Store.

Namun dia mengaku tidak mengetahui pasti berapa Putra membeli handphone dari Jimmy yang kini berstatus buron karena tak ditahan penyidik.

Sementara perihal kerugian negara akibat handphone yang dijual tak melalui proses kepabeanan, Frengki menyebut hasil penghitungannya berkisar Rp 26 juta.

"Saat handphone kami amankan ke kantor dan kami cek imeinya beberapa pegawai PS Store yang kami periksa ikut menyaksikan proses pengecekan. Hasilnya handphone diduga kuat ilegal," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved