Breaking News:

Pengajar di Depok Meninggal Dunia Diduga Akibat Covid-19, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Seorang Kepala Sekolah sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Depok, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia akibat Covid-19.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan di Balai Kota Depok, Selasa (25/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Seorang kepala sekolah sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Depok, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia akibat Covid-19.

Menanggapi kabar tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan pihaknya tak bisa menyebut profesi yang bersangkutan.

“Kalau itu kita tidak bisa menyebutkan profesi, karena menghormati keluarga (korban),” ujar Dadang di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Selasa (25/8/2020).

Meski begitu, Dadang menuturkan pihaknya telah melakukan tracing pada keluarga korban, dan juga orang-orang yang sempat melakukan kontak erat sebelum korban tutup usia.

Renovasi Gedung Kejaksaan Agung yang Terbakar Libatkan Ahli Konstruksi dan Dinas Pariwisata

“Semua kasus-kasus yang muncul memang standar operasional prosedur (SOP)-nya melakukan tracing pada keluarga  dan yang kontak erat, itu sudah dilakukan. Kita menjaga sekali suasana batin keluarga,” timpalnya lagi.

Ihwal awal mula korban terpapar, Dadang berujar pihaknya tengah melakukan penelusuran.

“Kalau soal terpaparnya dimana sedang ditelusuri, tapi kan yang kontak erat keluarga. Intinya Pusksesmas Cipayung sudah melakukan tracing dan test Swab PCR terhadap keluarga, jadi tinggal tunggu hasilnya,” bebernya.

Terakhir, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok ini menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pemeriksaan terhadap rekan korban di tempatnya bekerja.

Hakim Positif Covid-19, Pegawai Pengadilan Negeri Jakarta Pusat WFH

“Yang bersangkutan sempat dirawat di Rumah Sakit, tidak kontak denganrkan seprofesinya. Hanya kontak erat dengan keluarga, jadi yang dirapid keluarga dan itu (pemeriksaan) sudah dilakukan oleh Puskesmas Cipayung,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved