Food Story

Gudeg Bu Tinah, Kuliner Khas Yogya di Pinggir Stasiun Gondangdia

Rasa manis memang kekhasan gudeg. Namun, Bu Tinah mengolah gudeg tidak terlalu manis. Cobalah rasakan sensasinya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Seporsi Nasi Gudeg Bu Tinah di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Bila turun di Stasiun Gondangdia dengan perut keroncongan, ada satu tempat makan gudeg Yogya yang terkenal. Gudeg Bu Tinah, namanya.

Gudeg ini awalnya berada di sekitar Pasar Boplo dekat stasiun sekitar tahun 1970-an.

Namun, kini pasar itu hanya tinggal kenangan. Gudeg Bu Tinah pindah berjualan di dalam stasiun.

Kemudian Gudeg Bu Tinah pindah lagi dan kini berjualan di Jalan Srikaya II, seberang Stasiun bersama dengan pedagang jajanan lain.

Tempat makan yang berderet itu mirip seperti pujasera meski terlihat agak kumuh.

Mengenyangkan perut dengan nasi gudeg di saat makan siang rasanya pas dan nikmat.

Satu porsi gudeg yang saya pesan terdiri dari krecek, gudeg, kuah areh, telur bulat, dan ayam opor.

Memang kekhasan gudeg ialah rasa yang sangat manis. Namun, Bu Tinah mengolah gudeg tidak terlalu manis.

"Gudeg kita enggak terlalu manis, kita menyesuaikan dengan lidah orang Jakarta," ujar Dina, salah satu karyawan kepada TribunJakarta.com pada Rabu (26/8/2020).

Suasana Nasi Gudeg Bu Tinah di di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/8/2020).
Suasana Nasi Gudeg Bu Tinah di di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/8/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Telur bulatnya diolah sampai menjadi 'gempi'. Menurut Dina, telur yang gempi berarti bumbunya benar-benar meresap sehingga warnanya berubah kecoklatan.

Untuk ayam opor, Gudeg Bu Tinah menggunakan ayam negeri.

Banyak pengguna kereta yang membeli gudeg Bu Tinah setelah turun dari stasiun. Biasanya, mereka merupakan pekerja kantoran di sekitar kawasan Jakarta Pusat. Warga sekitar pun juga sering membeli gudegnya.

Ungkap Alasan Anies Buka Jalur Sepeda untuk Komunitas Road Bike, Dishub: Spesifikasinya Harus di Tol

Kotak Amal Musala Kebayoran Lama Digondol Maling Bermobil, Pelaku Diduga Gunakan Pelat Nomor Palsu

Selama pandemi, pembeli lebih sering meminta untuk dibungkus ketimbang makan di tempat.

Gudeg Bu Tinah juga melayani layanan pesan antar daring.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved