Breaking News:

Napi Lapas Riau Peras 3 Wanita

Baru Raih Predikat dari Kemenkumham, Napi di Riau Justru Peras Perempuan Pakai IPhone Selundupan

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Ibrahim Purba tipu dan peras perempuan hingga Rp 16,8 juta dari tempatnya mendekam.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Bima Putra
Napi Lapas Riau, Ibrahim Purba (26) saat dihadirkan di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Program Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dicanangkan Kanwilkumham Provinsi Riau tampaknya tak berjalan mulus.

Program yang digagas pada awal tahun 2020 itu tercoreng ulah Ibrahim Purba (26), narapidana di satu Lapas Riau naungan Kanwilkumham Provinsi Riau yang diringkus Polrestro Jakarta Timur.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Ibrahim menipu dan memeras perempuan hingga Rp 16,8 juta dari tempatnya mendekam dengan modus video call sex.

"Video call sex itu direkam pelaku dan digunakan mengancam korban agar mentransfer uang. Kalau tidak ditransfer pelaku mengancam menyebarkan video," kata Arie di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020).

Larangan napi tidak boleh menggunakan handphone seakan tidak berdaya di hadapan Ibrahim, semua aksinya dilakukan dengan iPhone 7 yang tergolong ponsel mewah.

Handphone seludupan itu tidak hanya membuat napi satu sel Ibrahim diperiksa penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Timur, satu sipir Lapas Riau berinisial R pun ikut diperiksa.

"Sekarang ini kita sedang dalami dari mana handphone tersebut didapat. Karena pengakuan pelaku perempuan korbannya ini sudah tiga orang. Uang Rp 16,8 juta ini didapat dari hasil memeras satu korban saja," ujarnya.

Tindak pidana yang dilakukan Ibrahim pun bukan perkara kecil, dia dijerat UU no 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan UU no 19 tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik (ITE).

Ancaman hukuman minimal pasal 29 UU Pornografi yang menjeratnya bahkan lebih tinggi dari vonis Pengadilan yang membuatnya mendekam di Lapas Riau, yakni 5 tahun penjara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved