Cerita Kocak Komika Jupri Wisuda Online, Tak Dapat Bunga Hingga Mau Jadikan Materi Stand Up

Muhamad Al Jufri, atau yang karib disapa Jupri, komika yang naik daun sejak mengikuti kompetisi Stand Up Comedy (Suci) 7 Kompas TV.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
zoom-inlihat foto Cerita Kocak Komika Jupri Wisuda Online, Tak Dapat Bunga Hingga Mau Jadikan Materi Stand Up
ISTIMEWA
Muhamad Al Jufri sebelum mengikuti wisuda online UIN Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Wisuda online menjadi pilihan terakhir yang jamak diterapkan perguruan tinggi untuk melantik para wisudawan dan wisudawatinya menjadi sarjana.

Hal itu pula yang dilakukan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hari ini, Sabtu (29/8/2020), Rektor UIN Jakarta mewisuda 1.163 mahasiswanya dari berbagai jurusan dan tingkatan.

Salah satu wisudawan itu adalah Muhamad Al Jufri, atau yang karib disapa Jupri, komika yang naik daun sejak mengikuti kompetisi Stand Up Comedy (Suci) 7 Kompas TV.

Jupri lulus strata satu jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, konsenterasi linguistik.

Prosesi wisuda online UIN Jakarta, Sabtu (29/8/2020).
Prosesi wisuda online UIN Jakarta, Sabtu (29/8/2020). (ISTIMEWA)

Diwawancarai TribunJakarta.com tentang wisuda online yang baru saja dijalaninya, Jupri memberi pandangan yang cukup jenaka.

Jupri mengaku tertidur beberapa saat karena menunggu terlalu lama giliran dipanggil melalui sambungan Zoom.

Setelah rangkaian sambutan, acara wisuda virtual yang berdurasi tiga setengah jam itu memang lebih banyak diisi pemanggilan wisudawan dan wisudawati secara bergantian.

"Pas wisudanya saya tidur, karena pas disebutkan nama-namanya membosankan sekali," 1.163, ujar Jupri sambil tertawa melalui sambungan telepon.

Dengan nada menggerutu, Jupri juga menyayangkan tidak ada yang memberinya bunga laiknya wisudawan yang dilantik secara langsung di kampus.

Sebagai gantinya, teman dan kerabat mengucapkan selamat lewat Instastory.

"Saya tuh wisuda online biasa sajaa wisuda offline biasa saja. Soalnya saya ngerasa wisuda buat orang tua lah. Cuma ngarep juga sih kalau wisuda dikasih bunga-bunga, boneka, cuma dikasih story, yasudahlah," ujarnya.

Bak tradisi di UIN Jakarta, usai prosesi wisuda di Gedung Harun Nasution, biasanya para sarjana sudah ditunggu teman-temannya di gedung fakultas masing-masing.

Ucapan selamat dengan pemberian bunga dan boneka seperti selebrasi penghargaan atas kelulusan yang diraih.

Jupri juga menyesalkan karena wisuda secara online, ia tidak bisa berteriak di tengah kampus sambil memakai toga, seperti yang dibayangkan selama ini.

"Harusnya lebih nikmat lebih seru, apa lagi kelar acara bisa teriak-eriak kan di tengah kampus," ujarnya.

Sebagai pelawak tunggal, insting komedi Jupri menangkap beberapa hal lucu yang ia perkirakan bisa dijadikan materi stand up-nya.

"Mungkin akan saya jadikan materi, tapi enggak tahu. Ada lucunya," ujarnya spontan.

Jupri menceritakan, ada wisudawan yang zoom bareng seorang wanita, bisa jadi pacarnya atau istrinya, atau mungkin keluarganya.

Menurutnya hal itu berlebihan, ditambah ada sejumlah peraturan yang harus dituruti saat wisuda online itu.

"Ada lucunya, ada yang sama pacarnya, gandengan. In frame-nya berdua, kaya bisik-bisik. Cewe itu bukan wisudawan, mungkin pacar mungkin sudah nikah. Mungkin tangannya kejahit kali enggak bisa pisah," ujarnya lalu tertawa.

Meski tidak terlalu "terasa" wisuda, namun Jupri memaklumi.

Menurutnya UIN Jakarta sudah maksimal menyiasati pandemi Covid-19 untuk tetap menyelenggarakan sidang senat ke-117 itu.

Baginya, pandemi Covid-19 memang membatasi banyak hal. Tidak hanya prosesi wisuda, stand up comedy yang biasa digelar di panggung terbuka pun kehilangan ruhnya.

"Memang enggak bisa sih. Ini tuh gara-gara Covid-19 tuh pahit banget, enggak ada yang terbaik gitu, terbatas semua," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved