Pemilik Kos Lecehkan Ibu 3 Anak
Ibu 3 Anak di Ciputat Dilecehkan Pemilik Kontrakan Selama 16 Tahun: Payudaranya Diremas
S diremas payudaranya hingga memar dan meninggalkan bekas luka, pada Jumat (21/8/2020) lalu
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Seorang ibu tiga anak berinisal S (38) yang tinggal di sebuah kontrakan di bilangan Kampung Parung Benying, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi korban kekerasan seksual oleh MR, pria kepala empat pemilik kontrakan.
S diremas payudaranya hingga memar dan meninggalkan bekas luka, pada Jumat (21/8/2020) lalu.
S pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tangsel dan tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
S mengatakan, aksi bejat MR bukan kali pertama itu terjadi.
Selema 16 tahun, sejak S menikah dengan suaminya, MR kerap menggoda S, terutama melalui aplikasi pesan singkat.
"Ya pokoknya sudah 16 tahun lah. Saya kan di sini sudah 16 tahun. Dari 2004 udah sms sms, pokoknya dari zaman saya penganten baru sama suami saya yang sekarang ini," ujar S di Mapolres Tangsel, Selasa (1/9/2020).
S menambahkan, "Dia memang sudah terobsesi sama saya sejak saya nikah suami saya yang sekarang. Kan suami saya yang sekarang itu kan teman dekat Marudin, dia juga dulu lagi zaman-jamannya masih punya HP SMS, dia sudah sering SMS."
Padahal MR sudah beristri dan memiliki dua putri.
"Tapi setiap dia melihat saya kayak nafsu. Padahal istrinya cakep dandan. Kalau saya mah Enggak dandan, begini apa adanya. Enggak pernah yang menor menor, pakai baju juga yang tertutup, enggak seksi seksi," ujarnya.
Bahkan, MR sering video call dengan modus menagih uang kontrakan, namun saat dijawab, MR tengah memainkan alat kelaminnya.
Hal itu membuat S kesal dan marah karena dilecehkan seperti itu.
"Sering, dia sering video call, kirain saya mau nagih duit kontrakan, nelepon video call, pas saya angkat lagi mainin alat kelaminnya," ujarnya.
Bukan sekali dua kali MR melancarkan pelecehan seksual dengan modus menggunakan kekuasaannya sebagai pemilik kontrakan itu.
"Sering, dia sering video call, kirain saya mau nagih duit kontrakan, nelepon video call, pas saya angkat lagi mainin alat kelaminnya."