Breaking News:

Food Story

Nikmatnya Menyantap Nasi Goreng Kambing Legendaris di Jakarta

Kepulan asap dan aroma rempah seketika menyeruak begitu juru masak itu mengaduk nasi berulang kali agar bumbunya merata.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wajan berisi nasi goreng kambing di warung tenda kebon sirih pada Selasa (1/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Petang baru saja merambat, warung tenda kaki lima Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih atau kini disingkat Nasi Goreng Kambing Bonsir sudah berjualan.

Nasi goreng ini memang terkenal legendaris. Katanya, Nasi Goreng Kambing Bonsir ini sudah ada sejak tahun 1958.

Saat saya mampir ke warung tenda itu, ada dua wajan berukuran besar langsung menyapa.

Satu wajan berisi nasi goreng yang sudah matang sedangkan wajan satunya berisi nasi yang baru akan dimasak.

Saat pengunjung membeli, pelayan langsung menuangkan nasi goreng dari wajan ke dalam boks makanan berbahan kertas.

Sedangkan di wajan satunya, pelayan tengah sibuk mengaduk-ngaduk nasi membuat nasi goreng.

Kepulan asap dan aroma rempah seketika menyeruak begitu juru masak itu mengaduk nasi berulang kali agar bumbunya merata.

Ia memakai sudip berbentuk rata atau dalam bahasa jawanya menggunakan susruk.

Menariknya, nasi goreng kambing ini bahkan sudah matang sebelum pembeli memesannya.

Jadi ketika memesannya, pelayan hanya tinggal menuangkannya dan menyajikan kepada pembeli. Tidak perlu menunggu lama.

Tentu berbeda dengan kebanyakan nasi goreng yang baru akan dimasak begitu pembeli memesannya.

Di tengah pandemi saat ini, pihak warung tenda memang tidak menyediakan meja makan dan piring beserta alat-alat makan untuk bersantap di tempat.

Mereka diarahkan untuk take away bukan dine in. Namun, bila ingin makan di tempat, pengunjung bisa sambil duduk menyantap nasi dari boks makanan di bangku panjang.

Selain itu, bisa juga menyantapnya di dalam mobil.

Nah, bagi anda yang ingin bersantap di tempat dengan nyaman, Nasi Goreng Kebon Sirih ini juga punya restoran yang baru dibangun sekitar 3 tahun lalu.

Letaknya tak jauh dari warung kaki limanya, hanya sepelemparan batu saja. Hitung-hitung buat olahraga sedikit.

Restorannya terlihat mewah berbanding terbalik dengan warung tenda kaki limanya yang terkesan sederhana.

Begitu masuk ke dalam, suasana restoran berkonsep tempo dulu.

Dekorasi di dinding dipenuhi banyak jendela yang bertujuan sebagai hiasan. Di dindingnya pun tergantung sejumlah foto suasana tempo dulu. Ada juga mini bar untuk membuat kopi.

Seorang koki 'nasi goreng kambing kebon sirih' sedang memasak nasi goreng kambing, di Jalan Kebon Sirih Barat I, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).
Seorang koki 'nasi goreng kambing kebon sirih' sedang memasak nasi goreng kambing, di Jalan Kebon Sirih Barat I, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Gudeg Bu Tinah, Kuliner Khas Yogya di Pinggir Stasiun Gondangdia

Menikmati Porsi 1/2

Ada dua jenis porsi untuk nasi goreng kambing, setengah atau satu porsi. Memesan 1/2 porsi tampaknya cukup.

Namun, setengah porsi saja sudah sama seperti satu porsi nasi goreng. Saran saja, kalau tidak ingin menyantap porsi jumbo, lebih baik pesan yang setengah porsi.

Kala menyantapnya, aroma rempah nasi begitu terasa di mulut. Daging kambingnya cukup banyak. Potongannya pun terbilang besar-besar.

Rasanya seperti menikmati nasi kebuli. Uniknya, sembari menikmati nasi goreng, disajikan juga mangkuk kecil berisi acar.

Acarnya terdiri dari potongan kubis, wortel, timun, dan sambal. Menurut salah satu pengelola warung tenda kaki limanya, Indra Kurniawan, terkadang acarnya memakai buah gandaria.

Menyantap nasi goreng kambing salah satu menu makan malam yang nikmat dan tentu saja mengenyangkan perut.

Sesuai namanya, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih berada di Jalan Kebon Sirih RT 003 RW 002, Menteng, Jakarta Pusat.

Warung Tenda buka pukul 17.00 sedangkan restoran sudah buka sejak 10.00 WIB. Keduanya kini tutup pukul 00.00 WIB.

Jadi, anda mau menyantap di Restoran atau di Warung Tendanya?

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved