Breaking News:

Polda Metro Jaya Segel Gedung DPP Hanura di Cipayung Jakarta Timur, Ini Alasannya

Gedung DPP Hanura yang berlokasi di Jalan Raya Mabes Hankam, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung disegel Ditkrimum Polda Metro Jaya.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak gedung DPP Hanura di Jalan Raya Mabes Hankam yang disegel Ditkrimum Polda Metro di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Gedung DPP Hanura yang berlokasi di Jalan Raya Mabes Hankam, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur disegel Ditkrimum Polda Metro Jaya.

M Saidi (52) warga setempat mengatakan penyegelan menggunakan garis polisi itu dilakukan pada Minggu (31/8/2020) lalu oleh sejumlah personel Polda Metro Jaya.

"Polisi yang datang polisinya banyak, ada sekitar 10 mobil yang datang. Ada yang pakai truk dan juga bus," kata Saidi di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020).

Meski tak mengetahui pasti alasan peyegelan, dia menduga pemicu gedung yang beberapa bulan lalu masih aktif disegel karena sengketa tanah.

Profil Devi Stefany, Sopir Truk Cantik Wonogiri Taklukan Tanjakan Sitinjau Lauik: 6 Bulan Tak Pulang

Dugaannya didasari pada pelangi bertuliskan 'tanah sengketa' yang dipasang personel Ditkrimum Polda Metro Jaya sewaktu melakukan penyegelan.

"Jadi selain dipasangi garis polisi, itu di ujung pagar juga dipasangi plang dari polisi. Kayaknya tanah sengketa, karena tulisannya dalam pengawasan Polda Metro Jaya," ujarnya.

Tak diketahui pasti hingga kapan gedung DPP partai bentukan Wiranto itu disegel dan peluang oleh penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya.

Saidi menuturkan usai penyegelan tak ada seorang pun yang masuk ke gedung, kondisi gedung berdominasi warna oren itu tampak terbengkalai.

Cerita Penyintas Covid-19 Harus Bawa Surat Bebas Corona saat Bepergian Agar Bisa Diterima Masyarakat

"Ya begitu saja kondisinya, dalamnya juga terlihat kotor. Soalnya sejak dipasangi garis polisi sudah nggak ada lagi yang berani masuk," tuturnya.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan penyegelan dilakukan penyidik Unit Harta dan Benda (Harda) jajarannya.

Hal itu tindak lanjut laporan dari pihak Wiranto terkait dugaan tindak pidana memasuki pekarangan tanpa izin dan penggelapan hak atas barang tidak bergerak.

Segera Cek Rekening, BLT Tahap Kedua Rp 2,4 Juta Karyawan Swasta Cair Pekan Ini, Ada Bank Swasta

"Kami segel karena saat ini ada beberapa pasal yang akan dikenakan. Seperti Pasal 167 KUHP, 385 KUHP dan 55 KUHP, yakni dugaan tindak pidana memasuki pekarangan orang lain tanpa izin yang berhak," kata Tubagus.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved