Modus Perampokan Kasih Tumpangan

Sindikat Perampok Modus Bius di Bandara Soekarno-Hatta Sudah Beraksi Lima Kali

Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengungkapkan, keempat pelaku telah lima kali melakukan perampokan tersebut

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra saat melakukan ungkap kasus penipuan bermodus menawarkan tumpangan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (1/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sindikat perampokan modus bius di Bandara Soekarno-Hatta sudah beraksi lima kali.

Tindakan kelimanya tersebut berhasil diungkap oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan didapatkan empat orang tersebut yakni B alias BD, YS alias IY, A alias K, dan IB.

Keempat pelaku tersebut melakukan perampokan dengan modus berpura-pura berada satu tujuan dengan korban.

Lalu sindikat tersebut mengajak korban menumpang di kendaraan para pelaku.

Korban yakni Mustari (29) yang merupakan penumpang maskapai Sriwijaya Air yang baru saja tiba dari Jayapura, Papua di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengungkapkan, keempat pelaku telah lima kali melakukan perampokan tersebut.

"Sepanjang April sampai Agustus 2020 di masa pandemi, mereka sudah lima kali melakukan modus yang sama," terang Adi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (1/9/2020).

Namun, aksi mereka satu kali gagal lantaran calon korbannya merupakan anggota TNI.

"Dari lima kali tersebut satu kali gagal karena korban tahu berdasarkan pembicaraan di mobil, calon korban anggota TNI, jadi mengurungkan niatnya," sambung Adi.

Adi Ferdian Saputra mengatakan keempat pelaku melakukan perampokan dengan modus berpura-pura berada satu tujuan dengan korban.

"Kemudian mereka mengajak korbannya untuk menumpang dengan kendaraan pelaku dengan tujuan Serang, Banten," jelas Adi.

Adi menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada 8 Agustus 2020 lalu.

Dimana, salah satu pelaku yakni A mengaku sebagai penumpang yang juga baru mendarat.

A mengaku tengah dijemput anggota keluarganya untuk pulang ke wilayah Serang, Banten.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved