Breaking News:

Soal PHK Karyawan, Dirut Transjakarta Tegaskan Sudah Melalui Mekanisme yang Sesuai

Jhony menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap delapan karyawannya, sudah melalui mekanisme yang sesuai

Editor: Muhammad Zulfikar
PT TransJakarta
Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pasca-dilaporkan ke Polda Metro Jaya Senin lalu oleh Serikat Pekerja Transportasi, Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo angkat bicara.

Jhony menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap delapan karyawannya, sudah melalui mekanisme yang sesuai.

"Duduk perkaranya adalah ada karyawan melanggar aturan Perusahaan dengan kategori berat, ya konsekuensinya ya di-PHK," ujar Jhony ketika dihubungi wartawan, Kamis (3/9/2020).

Jhony juga menegaskan jika masalah PHK tak ada hubungannya dengan Tuntutan Upah Lembur 2015 sampai 2019.

"Ya emang gitu faktanya, nggak ada hubungannya," lanjut eks Direktur Angkasa Pura tersebut.

Sebagai informasi, Jhony ditunjuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 27 Mei 2020 menjadi Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Terkait pelaporan dirinya ke aparat, Jhony mengaku heran akan Laporan Polisi yang dibuat oleh salah satu serikat pekerjanya.

"Empat tahun mereka diam-diam, giliran ada Dirut baru langsung dimusuhi, nggak ngerti saya mereka maunya apa?" lanjut Mantan Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines itu.

"Kan masalahnya sudah selesai? SK Direksi terkait itu sudah ada di akhir 2019, seluruh 3 Serikat Pekerja yang ada saat itu sudah sepakat, ada notulennya kok. Lah ini Serikat Pekerja yang dibentuk belakangan kok malah menuntut apa yang sudah disepakati sebelum kelompok mereka lahir, kan jadi kebolak balik nih ceritanya," tutur Jhony.

Dirut Transjakarta Jelaskan Kronologis PHK 8 Karyawannya

4 Halte Transjakarta Bakal Terintegrasi dengan Stasiun Commuter Line

Jhony mengaku bahwa Manajemen Transjakarta dibawah Kepemimpinannya yang baru 3 bulan ini, selalu mengakomodir kebutuhan-kebutuhan 4 serikat pekerjanya. Termasuk penyelesaian masalah upah lembur tersebut.

"Apanya yang dihalangi? Ketemu saya aja mereka semua bisa sebulan 4 kali, solusi kita kasih, tapi kan ditolak. Saksinya banyak lho, puluhan orang, masa saya bohong di depan semua serikat karyawan? Kan konyol," katanya.

"Ada semua kok buktinya, nanti saya kirim yaa foto foto dari CCTV, buat bukti saja bahwa Manajemen Transjakarta ingin bersama sama dengan semua pihak memajukan perusahaan," ujarnya.

"Jadi jangan dengan cara yang merusak dong, kalau kayak begini kan jadi nggak kondusif? Tapi yaa gitu...Kita nggak bisa puaskan semua orang, apalagi yang memang niatnya dari awal sudah nggak baik. Mereka bukan lagi memperjuangkan Hak, tapi sedang memaksakan Aspirasinya, nggak boleh dong memaksakan itu," tutur Jhony.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved