Breaking News:

Tingkat Kejahatan Urusan Pekerja Imigran Indonesia Tergolong Tinggi, Banyak Oknum Sindikat

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengatakan kalau tingkat kriminalitas dibidang Pekerja Imigran Indonesia (PMI) masih tinggi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kepala BP2MI Benny Ramdani (kanan) bersama Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (kiri) usai menandatangani nota kesepahaman di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (4/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengatakan kalau tingkat kriminalitas di bidang pekerja imigran Indonesia (PMI) masih tinggi.

Kepala BP2MI Benny Ramdani mengatakan tidak sedikit ada beberapa oknum yang memang mengambil keuntungan besar dari keberangkatan dan kepulangan PMI.

"Pemberangkatan PMI ilegal ini msh tinggi, sindikat kejahatannya ini masih terus bekerja. Segelintir oknum yang terlibat dalam sindikat keberangkatan ilegal yang mengambil keuntungan besar dari PMI ini juga harus dijadikan musuh," ucap Benny di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (4/9/2020).

Untuk meminimalisir tindak kriminalitas kepada PMI, BP2MI pun melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU dengan pihak PT. Angkasa Pura II selaku operator bandar udara.

Transjakarta Perkenalkan Armada Baru The All New Purwarupa

Satu dari beberapa poin penandatanganan tersebut adalah menyediakan jalur khusus atau special line untuk para PMI, baik keberangkatan maupun kedatangan.

"Ada jalur khusus untuk para PMI, mereka juga adalah orang-orang yang berhak ada jalur khusus. Kita juga dipersiapkan oleh PT APII untuk menggunakan advertising sehingga bisa menyampaikan hal informatif kebutuhan PMI," terang Benny.

Ia melanjutkan, kalau pelayanan baru di Bandara Soekarno-Hatta nantinya saling terintegerasi.

Misalnya, ketika sudah melewati jalur khusus, maka pekerja migrasi Indonesia akan langsung menuju lounge atau fasilitas transit.

"Nanti di lounge itu, akan ada petugas yang mendata kepulangan mereka. Disediakan juga media informasi dan ruang tunggu aman, sebelum mereka dijemput keluarga atau menunggu kendaraan ke kampung halaman," jelas Benny.

Dituding Penghasilan Berkurang Gara-gara Istri Dirawat Pakai BPJS, Indra Bekti Akhirnya Buka Suara

Pasalnya, pengadaan fasilitas ini semata-mata hanya ingin memberikan pelayanan VVIP bagi para pekerja migran bak pejabat.

Sebab, para pahlawan devisa ini pada tahun 2019 saja, menghasilkan devisa Rp 159.6 triliun.

"Jadi sudah sepantasnya mereka diperlakukan spesial, istimewa, pada saat akan berangkat ke negara tujuan ataupun pulang ke tanah air," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved