Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Ganjil Genap saat PSBB Transisi, Dishub DKI Sebut Data Warga Menggunakan Transportasi Turun

Penurunan aktivitas tersebut juga diperkuat dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota DKI, Senin (3/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan aktivitas warga Ibu Kota menggunakan transportasi menurun selama sistem ganjil genap (gage) diterapkan.

Penurunan aktivitas tersebut juga diperkuat dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Justru pergerakan warga ke pusat-pusat transportasi itu turun," kata Syafrin, saat dihubungi Wartawan, Minggu (6/9/2020).

Aktivitas warga menggunakan transportasi, kata Syafrin, yakni sekira dua persen.

Data tersebut didapatkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dari hasil evaluasi tiap bulan.

"Jadi, angkanya sekira dua persen dari hasil evaluasi," ucap Syafrin.

Syafrin mengatakan, aktivitas warga Jakarta yang bepergian ke pusat perbelanjaan juga menurun.

"Jadi, terakhir kami dapatkan angka, contoh untuk pergerakan warga ke pusat makanan, ke toko bahan makanan (ikut turun)," jelas Syafrin.

"Kemudian ke toko-toko obat, itu turun angkanya sekira lima sampai persen," ucap Syafrin.

Namun, kata Syafrin, ternyata PSBB di Jakarta berdampak terhadap aktivitas warganya yang berkunjung ke taman-taman.

"Jadi karena ada pembatasan gage alhasil aktivitasnya warga ke ruang terbuka hijau, ke taman-taman," ucapnya.

Pasangan Idris-Imam Daftar ke KPU Depok: Makna Selempang Khas Merah hingga Strategi Tim Pemenangan

Niat Puasa Sunnah Senin Besok, Dilengkapi Ulasan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh

Peti Mati Covid-19 di Terowongan Kendal, Warga yang Melihat Bilang Begini

"Ini tentu yang kami harapkan, agar aktivitas mereka dalam menjaga kebugaran dilakukan di tempat yang terbuka selama tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan," tutup Syafrin.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved