Antisipasi Virus Corona di DKI
Makam Jenazah Covid-19 Nyaris Penuh, Gubernur Anies: Jangan Spekulasi, Kayak Enggak Ada Tempat Aja
Terkait dengan kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tak berspekulasi.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di DKI Jakarta dikabarkan bakal habis pada bulan Oktober 2020 mendatang.
Terkait dengan kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tak berspekulasi.
"Jangan spekulasi dulu seakan-akan tidak ada tempat lagi," ucapnya, Senin (7/9/2020).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun meminta masyarakat tenang.
Sebab, pihaknya telah menyiapkan lokasi alternatif bila lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon dan Tegal Alur penuh.
"Lokasi semua sudah disiapkan, jadi kita lihat perkembangan sesuai dengan kebutuhan. Insya Allah tidak ada kekurangan," ujarnya di Balai Kota DKI.
Bahkan, Anies menyebut, pihaknya telah menyediakan lahan alternatif ini sejak Maret lalu.
"Semua lokasi sudah disiapkan sejak bulan Maret. Jadi bukan sekarang, tapi sejak bulan Maret," kata dia.
Seperti diketahui, lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, diperkirakan akan habis di bulan Oktober 2020.
Pasalnya, terhitung sejak tanggal 31 Agustus lalu, TPU Pondok hanya mampu menyisakan lahan untuk memakamkan 1.100 jenazah Covid-19.
Hal tersebut dikatakan Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi, saat dikonfirmasi Sabtu (5/9/2020).
"Untuk TPU Pondok mungkin di pertengahan Oktober sudah kritis," kata dia dikutip dari Kompas.com.
Dia memperhitungkan bahwa jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamkan di TPU Pondok. Per minggunya jenazah yang dimakamkan bisa mencapai 180.
Dalam satu bulan, lanjut Nadi, jenazah yang dimakamkan bisa mencapai 700 sampai 720.