Liga 1

PT LIB: Klub, Kepala Daerah, dan Kapolda Diminta Edukasi Suporter Liga 1

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, menerangkan masing-masing klub bisa berperan aktif mencegah para suporternya datang ke stadion.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Wahyu Septiana
Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania duduk berdampingan dengan suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuat kebijakan baru dengan melarang para suporter menyaksikan pertandingan Liga 1 di stadion.

Kompetisi Liga 1 dijadwalkan bisa bergulir lagi pada 1 Oktober 2020 mendatang.

Untuk memuluskan kebijakan tesebut, PT LIB meminta kepada klub-klub kontestan Liga 1 bisa berperan aktif memberikan edukasi kepada suporter disituasi seperti sekarang.

Para suporter klub sepak bola di Indonesia tidak memaksakan hadir memberikan dukungan langsung di stadion.

Kebijakan tersebut dibuat PT LIB serta PSSI guna mendukung upaya pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19.

Untuk itu, klub peserta Liga 1 diharapkan bisa mengimbau dan mengontrol secara langsung kelompok suporternya masing-masing.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, menerangkan masing-masing klub bisa berperan aktif mencegah para suporternya datang ke stadion.

Para suporter bisa lebih tertib setelah diberikan imbauan dan pemahaman secara langsung oleh klubnya masing-masing.

"Tentunya peran klub Liga 1 juga tak bisa lepas karena mereka harus ikut memberikan pemahaman kepada suporter masing-masing," kata Sudjarno.

Tak hanya itu, PT LIB akan berupaya melibatkan seluruh stakeholder untuk bisa memperlancar kebijakan tersebut.

Ramalan Zodiak Selasa, 8 September 2020: Masalah Keuangan Sagitarius Jadi Fokus Utama Besok!

Tim Teknis Kementerian LHK Lakukan Uji Kandungan Air Lumpur serta Gas di Bekas Semburan Kranggan

PT LIB akan berkoordinasi dengan Kepala Daerah serta Kapolda dari masing-masing klub guna membantu dalam memberikan edukasi.

Upaya tersebut diharapkan bisa berjalan dengan baik agar pra suporter tidak memaksakan datang langsung ke stadion.

"Koordinasi juga kami lakukan dengan Kepala Daerah dan Kapolda. Tentu harapan kami supaya langkah-langkah antisipasi ini bisa dilakukan sedemikan rupa," tutur Sudjarno.

Rencananya, Liga 1 akan bergulir lagi pada 1 Oktober 2020 dan berakhir pada 28 Februari 2020.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved